Update Bendung Katulampa Bogor 29 Maret 2026: Malam Ini Siaga 4, TMA Capai 60 CM
Tsaniyah Faidah March 29, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Intensitas hujan yang mulai mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya pada Minggu (29/3/2026) malam membawa dampak pada peningkatan volume air di aliran Sungai Ciliwung.

Petugas jaga Bendung Katulampa melaporkan adanya kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) yang kini berada pada level waspada.

Berdasarkan data terbaru dari Satpel Ciliwung, UPTD PSDA WS Ciliwung-Cisadane, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, kondisi Bendung Katulampa yang berlokasi di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, saat ini menunjukkan tren peningkatan debit air.

Hingga pukul 19.28 WIB, cuaca di sekitar area bendungan dilaporkan masih diselimuti gerimis halus.

Namun, efek hujan yang terus mengguyur sejak sore, kiriman air dari kawasan Puncak mulai terlihat dampaknya pada mercu bendung.

Petugas mencatat Tinggi Muka Air (TMA) berada di angka 60 cm.

Dengan ketinggian tersebut, debit air yang melimpas menuju arah hilir atau Jakarta mencapai 47.659 liter per detik.

Kondisi ini secara resmi menempatkan Bendung Katulampa pada status Siaga 4.

Selain debit sungai utama, petugas juga memantau kondisi intake atau pintu air saluran induk Katulampa yang berfungsi mengairi irigasi dan pasokan air baku.

Saat ini, TMA pada saluran induk tercatat setinggi 30 cm dengan debit aliran sebesar 2.248 liter per detik.

Kondisi ini dilaporkan langsung oleh petugas jaga lapangan, A. Suwanda dan M. Alwan, yang terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh guna memberikan informasi dini kepada warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai.

Meski status Siaga 4 merupakan level waspada awal, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, mulai dari Bogor, Depok, hingga Jakarta, diimbau untuk tetap tenang namun waspada.

Mengingat cuaca di hulu yang masih sering berubah secara tiba-tiba, fluktuasi air bisa terjadi kapan saja.

Warga bisa memantau informasi resmi dari petugas pintu air maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna mengantisipasi kenaikan debit air yang lebih signifikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.