TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Empat kesebelasan menyelesaikan laga perdana di Liga 4 Sulut, di Stadion Klabat, Manado, Minggu (29/3/2026).
Laga pertama yaitu PSMU Vs Bolsel FC berakhir imbang 0-0.
Kendati imbang, tapi laga kedua tim ini berlangsung sengit.
Baca juga: Sepakbola Sulawesi Utara Bangkit, Penonton Padati Stadion Klabat Tempat Pagelaran Liga 4
Amatan Tribunmanado.com, kedua tim saling bergantian menyerang sejak babak pertama.
Namun lemahnya finishing membuat tak ada gol yang tercipta.
Laga juga berlangsung keras.
Beberapa pemain di kedua tim sempat tergeletak dan beroleh perawatan.
Di laga lainnya, Puma FC mengalahkan PS Bank Sulut dengan skor 4.2.
Hattrick Gerald Mangantar mengantar kemenangan timnya.
Satu gol lainnya dari Puma dicetak oleh Apris Budiman.
Sedang dua gol PS Bank Sulut dicetak Muhammad Gaib dan Adam Harun.
Sepakbola Sulut Mulai Bergairah
Gelaran Liga 4 Piala Gubernur Sulut mampu menghidupkan kembali gairah sepakbola di Sulut.
Tribun utama dan sekitarnya di Stadion Klabat Manado penuh pada hari pertama dan kedua pelaksanaan Liga 4.
Penonton diperkirakan akan terus bertambah seiring tingginya tensi persaingan dalam turnamen tersebut.
Sabtu (28/3/2026), tribun utama Stadion Klabat sesak dengan penonton.
Hari itu bertanding Persma 1960 Vs Kuda Laut.
Penonton bukan hanya dari Manado. Tapi berdatangan dari Mitra.
Ada pula yang dari Minahasa. Sebelumnya mereka mendukung Tim Persmin Minahasa yang berlaga di laga pertama.
Suasana begitu hirup pikuk. Masing masing suporter memberikan dukungan pada tim kesayangannya.
Minggu (29/3/2026), suasana sebelas dua belas.
Giliran penonton dari Minahasa Utara dan Bolsel yang memadati tribun untuk menyaksikan laga PSMU versus Bolsel FC.
Laga yang berlangsung keras dan ketat membuat dukung mendukung jadi sengit.
Tak hanya didominasi kaum adam. Banyak pula wanita dan anak anak yang hadir di stadion.
Kehadiran mereka membuat suasana feminim nampak, ditandai dengan pekikan pekikan histeris setiap bola mendekati gawang.
Jean seorang warga mengaku datang dari Minut untuk menyaksikan PSMU berlaga.
Ia memuji atmosfir di Stadion Klabat. "Suasananya meriah," kata dia.
Sebut dia, suasana seperti itu sudah lama hilang di Sulut.
Datang ke stadion tersebut jadi pengobat rindu terhadap kenangan sepakbola yang dulu pernah jadi jaya di Sulut
"Dulu Persma, Persmin dan Persibom pernah berjaya di liga teratas Indonesia," katanya. (ART)