John Herdman Tepis Kritik Kehadiran Pemain di PSSI Award: Tak Ganggu Fokus Jelang Hadapi Bulgaria
Hasiolan Eko P Gultom March 29, 2026 10:22 PM

John Herdman Tepis Kritik Kehadiran Pemain di PSSI Award: Sebut Tak Ganggu Fokus Jelang Hadapi Bulgaria

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, angkat bicara soal kehadiran sejumlah pemain skuad Garuda dalam ajang PSSI Award yang digelar di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta, Sabtu (28/3/2026) malam.

Dalam acara tersebut, beberapa pemain Timnas Indonesia seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Maarten Paes, Emil Audero, serta Jens Raven turut hadir.

Baca juga: Timnas Indonesia vs Bulgaria: John Herdman Minta Suporter Jangan Berharap Ketinggian

Sejumlah pemain bahkan meraih penghargaan.

Jay Idzes dinobatkan sebagai pemain terbaik, Rizky Ridho mencetak gol terbaik, Maarten Paes menjadi penjaga gawang terbaik, dan Emil Audero meraih penghargaan untuk penyelamatan terbaik.

Namun, kehadiran para pemain ini sempat menuai sorotan warganet. 

Mereka menilai acara tersebut berpotensi mengganggu fokus tim yang tengah bersiap menghadapi Bulgaria pada partai final FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Menanggapi hal itu, John Herdman menegaskan bahwa keikutsertaan pemain dalam acara tersebut tidak mengganggu persiapan tim.

Sebaliknya, ia justru melihat sisi positif dari ajang tersebut.

“Itu acara yang sangat bagus. Penting untuk merayakan pencapaian para pemain dan juga orang-orang di balik layar,” ujar John Herdman di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Pelatih asal Inggris itu menambahkan, momen seperti itu membuat para pemain merasa dihargai sekaligus memberikan dampak positif secara emosional.

“Para pemain menikmati momen itu dan merasa dihargai. Itu juga bisa menginspirasi generasi muda Indonesia. Bagi saya, itu justru membantu pemain merasa lebih terhubung dengan negaranya,” terangnya.

Antisipasi Permainan Bulgaria

Jelang menghadapi Bulgaria, John Herdman menilai lawan kali ini memiliki karakter yang sangat berbeda dibandingkan Saint Kitts & Nevis.

Menurutnya Bulgaria yang sebelumnya mengalahkan Kepulauan Solomon 10-2 tampil lebih kuat secara fisik, terorganisasi, dan memiliki transisi permainan yang cepat.

“Bulgaria lebih besar, lebih kuat, dan lebih terorganisasi. Kami harus memulai pertandingan dengan lebih baik. Jika kami memulai lambat, kami bisa dihukum,” terangnya.

John Herdman menyoroti pentingnya 10 hingga 15 menit awal pertandingan.

Pasalnya, Bulgaria memiliki kemampuan untuk mengunci permainan jika berhasil unggul lebih dulu.

Selain itu, pria berusia 50 tahun tersebut meminta para pemain tampil disiplin dan profesional, mengingat waktu persiapan yang sangat terbatas.

“Kalau kami memulai lambat seperti kemarin, kami bisa dihukum. Tim seperti Bulgaria, kalau mereka unggul lebih dulu, mereka tahu cara mengunci pertandingan. Jadi 10-15 menit awal sangat penting. Kami harus bermain profesional sejak awal,” ujar John Herdman.

Permainan Bulgaria juga sangat cepat di lini sayap. Kelebihan dari tim asal Eropa tersebut pun sudah ia antisipasi dalam latihan hari ini.

“Pemain sayap mereka sangat berbahaya. Mereka sering membentuk kombinasi segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat menyulitkan kami. Jadi kami harus menghentikan pola permainan mereka di sisi lapangan,” pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.