Cara Timnas Indonesia Menang dari Bulgaria menurut Guru Besar FPOK UPI: Manfaatkan Kelengahan Lawan
Ravianto March 29, 2026 10:40 PM

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria, pada final FIFA Series, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026).

Tim Garuda masuk final setelah mengalahkam Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0, dan Bulgaria mengalahkan Solomon dengan skor sangat telak 10-2.

Guru Besar FPOK UPI (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia) yakni Prof Dikdik Zafar Sidik.

Kalau melihat permainan Bulgaria cukup bagus, berkelas,  jika dilihat head to head pemain, rasanya Bulgaria masih unggul di atas pemain Timnas Indonesia.

Mungkin dari pengalaman pemain, walaupun Bulgaria banyak mempersiapkan pemain muda, pengalamannya juga cukup bagus di kancah Eropa, saya rasa kalau untuk permainan  Bulgaria di atas kita.

Tapi bukan berarti bahwa tim Garuda tidak punya peluang untuk bisa mengalahkan Bulgaria.

Baca juga: Taktik Maut John Herdman Timnas Indonesia vs Bulgaria: Jangan Terlalu Antusias atau Terhukum

Ada momen yang mungkin dalam pertandingan bisa dimanfaatkan oleh para pemain kita, dari kelengahan-kelengahan pemain Bulgaria.

Terutama seperti yang dilakukan oleh Solomon, pemainnya mampu mencuri gol.

Itu artinya memang masih ada kelemahan, yang bisa dimanfaatkan oleh pemain kita saat menghadapi Bulgaria.

Terutama pemain tengah, sebab kalau dilihat dari striker hanya Ole Romany yang bisa memanfaatkan peluang secara maksimal, ketika berhadapan dengan penjaga gawang. Kalau Sananta masih perlu jam terbang ketenangan dalam penyelesaian akhir.

Mudah-mudahan Beckham bisa bermain lagi, dengan performa terbaiknya, seperti kemarin, saat menghadapi Saint Kitts and Nevis.

Kalau dilihat dari kondisi fisik, mudah-mudahan dalam dua hari ini para pemain tim Garuda sudah pulih. Kemarin juga saya lihat strateginya pelatih tim Garuda, memberikan kesempatan kepada beberapa pemain menggantikan pemain inti. Merotasi pemain, merupakan salah satu strategi untuk merecovery para pemain.

Di atas kertas Bulgaria ada di atas Indoensia, bahkan mereka sering ikut Piala Dunia, tapi kita memilki keuntungan dengan menjadi tuan rumah.

Salah satunya mendapatkan suntikan semangat, ketika ada suporter yang secara positif memberikan dukungan. Itu akan menjadi energi tambahan buat tim Garuda, dan menjadi pemain ke-12.

Hanya, titip kalaupun katakanlah Timnas Indonesia belum diuntungkan untuk mengalahkan Bulgaria, jangan kemudian dihujat.

Para pemain kita sebetulnya punya potensi untuk bisa mengembangkan, kembali lagi terkadang sering terhambat pengembangan itu oleh faktor eksternal, salah satunya adalah ketika para pendukung yang tidak puas diungkapkan dengan hal-hal hujatan, bulliying.

Itu tidak bagus, apalagi ada komentator yang menyudutkan, itu sangat disayangkan kalau itu terjadi, dan mudah-mudahan kali ini, itu tidak terjadi.

Secara kelas melihat ranking juga jauh Indonesia berada di rangking sekitar 120 dan Bulgaria sekitar 85. Sama halnya ketika kita lawan Saint Kitts Nevis, perbedaannya cukup jauh.

Mudah-mudahan kita doakan para pemain dalam kondisi pulih dan kondisi yang fit semuanya, setelahnya bermain kemarin.

Semoga timnas Indonesia bisa lebih disiplin dalam bermain, fokus ketika bertahan, fokus ketika menyerang, dan fokus ketika transisi, mudah-mudahan bisa menang. Minimal draw, lalu adu penalti, dan bisa menang dalam adu penalti.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.