Gubernur Sulawesi Utara YSK  Merajut Kembali Tali Persaudaraan yang Terhalang Jarak
Jumadi Mappanganro March 29, 2026 10:45 PM

Laporan: James Wehantouw
Warga Asal Sulawesi Utara
Melaporkan dari Makassar

MENJAGA warisan nilai keluarga merupakan investasi batin yang tak ternilai harganya.

Bagi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling SE (YSK), momentum ini menjadi ruang refleksi untuk merenungi hakikat kebahagiaan sejati yang berakar dari ketulusan nurani. 

Prinsip mulia tersebut diimplementasikan secara nyata oleh sang jenderal purnawirawan saat menginjakkan kaki di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026) lalu.

Di tengah padatnya agenda nasional Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, pemimpin yang memiliki garis keturunan Tana Toraja dan Minahasa ini tetap menyempatkan waktu untuk keluarga. 

Kehadirannya di tengah rumpun keluarga besar asal Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo menjadi bukti bahwa kesibukan birokrasi tak mampu memutus ikatan darah.

Langkah kaki sang Gubernur berhenti di kediaman keponakannya, Jeany Jack Sardes, yang berlokasi di Wisma Transit, Biringkanaya, Kota Makassar.

KELUARGA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling saat menemui keluarganya dari rumpun keluarga besar asal Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026). YSK hadir di Makassar memenuhi undangan sebagai pembicara pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI.
KELUARGA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling saat menemui keluarganya dari rumpun keluarga besar asal Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026). YSK hadir di Makassar memenuhi undangan sebagai pembicara pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI. (James Wehantouw)

Kedatangan tokoh yang juga memegang amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) periode 2021-2026 ini disambut dengan dekapan hangat dan rasa rindu yang membuncah dari puluhan kerabat yang telah menanti.

Kehadiran suami dari Anik Fitri Wandriani ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan juga sebuah penghormatan terakhir bagi saudara sepupunya, Almarhum Markus Sandapang.

Almarhum, yang merupakan orang tua dari Jeany Jack Sardes, telah berpulang pada Selasa sebelumnya dan dikebumikan di Pekuburan Kristen Sudiang tepat pada siang hari sebelum kunjungan berlangsung.

Meski jadwal sebagai pemateri dalam PSBM XXVI membuatnya tak sempat menghadiri prosesi pemakaman secara langsung, mantan Asisten Khusus Menteri Pertahanan RI (2021-2024) ini tetap menunjukkan empati yang mendalam.

Sore harinya hingga malam hari, ia hadir untuk memberikan penguatan spiritual dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan, menunjukkan sisi humanis seorang pemimpin di balik seragam resminya.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, YSK yang dikenal dengan pendekatan kulturalnya menyampaikan pesan yang menyentuh relung hati.

Ia menitipkan wasiat moral bagi generasi muda—dari barisan keponakan hingga cicit—agar senantiasa memupuk kebersamaan dan tidak membiarkan deru kesibukan duniawi mengikis kehangatan persaudaraan.

Menurutnya, keluarga adalah dermaga utama bagi setiap jiwa untuk melabuhkan lelah, tempat di mana benih-benih kebajikan mulai disemai.

Ia adalah akar tunggang yang memberikan kekuatan sekaligus sumber inspirasi bagi masa depan.

"Kepedulian yang tulus harus menjadi napas dalam keseharian kita, bukan sekadar hiasan kata-kata," ucapnya dengan nada penuh wibawa namun tetap bersahaja.

Pria kelahiran Semarang, 17 September 1963 ini menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momen krusial untuk menyambung kembali simpul-simpul kekeluargaan yang sempat terurai oleh jarak geografis dan rutinitas. 

Ia berharap pertemuan ini mampu menyulut kembali api kepedulian dan mempererat solidaritas di antara keluarga besar yang kini menetap di berbagai sudut Sulawesi Selatan (Sulsel).

Senada dengan hal tersebut, Penasehat PMTI Pusat, Philipus Pakaang, memberikan apresiasinya pada Minggu (29/3/2026). 

Menurutnya, kunjungan Gubernur YSK di tengah kedukaan keluarga membuktikan bahwa orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut memiliki atensi yang sangat besar terhadap sanak familinya di Sulawesi Selatan.

Philipus, yang juga merupakan kerabat dekat Gubernur Sulut ke-13 ini, menambahkan bahwa seluruh keluarga besar di Sulawesi Selatan senantiasa memanjatkan doa terbaik bagi alumnus Akmil 1988B tersebut. 

Mereka berharap agar YSK sukses menuntaskan amanah dalam memimpin Sulawesi Utara hingga akhir masa jabatan dan kembali dipercaya oleh masyarakat untuk periode selanjutnya.

Acara temu kangen yang dibalut kesederhanaan tersebut berlangsung hangat dengan sesi santap bersama, puji-pujian, serta doa bersama. 

Pertemuan diakhiri dengan sesi foto kolektif dan jabat tangan erat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK tampak didampingi oleh Sekjen PP PMTI Dating Palembangan, Dewi Sartika Pasande, serta Ketua PMTI Sulsel Kolonel Batara.

Turut menyaksikan kehangatan tersebut adalah Gubernur Papua Selatan Prof. Apolo Safanpo, mantan anggota DPD RI Lily Amelia Salurapa, serta Sekprov Sulut Denny Mangala. 

Kehadiran para kolega dan pejabat dari Sulawesi Utara ini semakin menambah khidmat rangkaian kegiatan yang mewarnai kunjungan kerja sekaligus kunjungan kekeluargaan di Kota Makassar tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.