TRIBUN-MEDAN.com - Polda Metro Jaya mengungkapkan pelaku pembunuhan Ermanto Usman pensiunan karyawan PT JICT.
Ermanto dibunuh di rumahnya di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).
Namun saat ini identitas pelaku belum diungkap termasuk berapa jumlah pelaku yang diamankan.
“Benar (sudah ditangkap, red),” singkat Abdul Rahim kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Polisi masih mendalami dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono mengatakan kasus tersebut masih diselidiki oleh tim gabungan.
Menurutnya, perkara ini juga ditangani Bareskrim Polri untuk membantu mengungkap kasus.
"Sementara tim gabungan Bareskrim, Polda, Polres dan Polsek Pondok Gede masih melakukan penyelidikan ya," ungkapnya.
Baca juga: PRABOWO Diminta Punya Sense of Crisis di Tengah Perang Iran vs Israel: Bukan Sekadar Beras Cukup
Baca juga: SOSOK Osmycin Amelia Mahasiswi Unila Dilaporkan Hilang, Terakhir Pamit Urus Berkas Wisuda
Kronologis Kasus
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan kasus ini awal mulanya diketahui saksi anak perempuan dari korban.
Sang anak terbangun dari tidurnya menjelang imsak.
Namun saat terbangun dia melihat kondisi yang tak wajar di dalam rumahnya.
"Jadi bertiga mereka tinggal ada ART tapi pulang pergi kemudian kenapa ini bisa ketahuan? karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," kata Kompol Andi kepada wartawan Selasa (3/3/2026).
Ketika anak korban turun ke lantai satu untuk sahur dia kaget karena tidak ada jawaban dan kondisi lampu masih mati.
"Dia (anak perempuan) dengar dari dalam ibunya masih ada sempat suara-suara kayak mengorok-ngorok gitu kan tapi enggak bisa dibuka karena gagang pintunya dirusak," terangnya.
Baca juga: Hari Terakhir Libur Sekolah, Penumpang KA di Sumut Tembus 10 Ribu
Walhasil saksi meminta tolong warga hingga menghubungi keluarga terdekat.
Tak lama kemudian jendela kamar berhasil dibongkar.
Saat dibuka ternyata ditemukan kondisinya orang tua dari saksi, satu di antaranya tak bernyawa.
"Bapaknya meninggal dunia di tempat, ibunya lagi dioperasi sampai sekarang dalam kondisi kritis akibat benda tumpul di kepala depan dan di kepala belakang," tukasnya.
Sejauh ini barang yang hilang menurut keterangan anak korban yakni gelang emas di tangan korban sama kunci mobil serta dua kunci mobil.
Sosok Ermanto Usman
Mengutip Tribun Jakarta, ia merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo.
Sembilan tahun lalu ia resmi pensiun, namun tetap aktif sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT.
Semasa bekerja, ia dikenal sebagai ketua serikat pekerja di lingkungan BUMN tersebut. Menurut kakaknya, Dalsaf Usman, almarhum adalah figur vokal yang membela hak buruh dan bersikap idealis terhadap kebijakan perusahaan maupun negara.
Bahkan, ia pernah dua kali dipecat, namun keputusan tersebut dibatalkan oleh Menteri Perhubungan karena dinilai tidak tepat secara prosedural.
Ermanto Usman juga pernah mengkritisi kebijakan strategis di sektor pelabuhan, khususnya perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan Hongkong Hutchison Port Holdings (HPH) oleh PT Pelindo II.
Ia menilai terdapat berbagai kejanggalan dalam proses tersebut dan aktif menyuarakannya melalui berbagai forum, termasuk siniar dan podcast.
Salah satunya, dalam siniar di YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025, Ermanto mengungkap bahwa pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR terkait kasus perpanjangan kontrak merupakan buntut protes Serikat JICT.
Pansus yang saat itu diketuai politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka kemudian mendorong audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hasil audit investigasi BPK pada 2018 kemudian menyatakan adanya kerugian negara sebesar 360 juta dolar AS atau sekitar Rp4,08 triliun.
Kerugian tersebut berasal dari kekurangan upfront fee yang seharusnya diterima Pelindo II.
BPK juga menemukan sejumlah penyimpangan prosedural, mulai dari tidak dimasukkannya rencana perpanjangan kontrak dalam RJPP dan RKAP, hingga tidak adanya permohonan izin konsesi kepada Menteri Perhubungan.
Selain itu, terdapat dugaan pelanggaran dalam penunjukan Hutchison Port Holding tanpa mekanisme pemilihan mitra yang semestinya. Penunjukan Deutsche Bank sebagai financial advisor juga dinilai bermasalah, termasuk dugaan konflik kepentingan dan pelolosan meski tidak memenuhi evaluasi administrasi.
Pansus DPR periode 2014–2019 mengeluarkan tujuh rekomendasi melalui hak angket, termasuk pembatalan kontrak JICT-HPH.
Namun hingga masa bakti berakhir, rekomendasi tersebut tidak dijalankan. Menurut Ermanto, jika perpanjangan kontrak tidak dilakukan, negara berpotensi meraih keuntungan Rp17–25 triliun berdasarkan temuan pansus.
Sosok di mata tetangga
Di mata tetangga, Ermanto dikenal sebagai sosok yang ramah dan sederhana.
Ia telah lama tinggal di lingkungan tersebut bersama keluarganya dan dikenal sering berinteraksi baik dengan warga sekitar.
Sejumlah warga menyebut Ermanto merupakan pribadi yang tidak banyak tingkah dan lebih sering menghabiskan waktu di rumah sejak pensiun dari pekerjaannya di JICT.
Meski begitu, ia tetap menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Peristiwa tragis yang menimpa Ermanto pertama kali diketahui oleh anak perempuannya saat menjelang waktu sahur.
Saat itu, sang anak yang biasa dibangunkan ibunya untuk menyiapkan makanan sahur merasa ada hal yang tidak biasa di dalam rumah.
Ketika turun ke lantai satu, kondisi rumah terlihat gelap dan tidak ada respons dari orang tuanya. Ia juga sempat mendengar suara dari dalam kamar ibunya, namun pintu kamar tidak dapat dibuka karena gagangnya telah dirusak.
Karena panik, ia kemudian meminta bantuan warga sekitar dan keluarga terdekat. Setelah jendela kamar berhasil dibuka, mereka menemukan kondisi kedua orang tuanya memprihatinkan.
Ermanto ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah, sementara istrinya mengalami luka berat di bagian kepala akibat benda tumpul dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sejauh ini, pihak keluarga melaporkan beberapa barang milik korban hilang, di antaranya gelang emas yang dikenakan korban serta kunci mobil.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Tim gabungan dari kepolisian masih mengejar terduga pelaku yang hingga kini identitasnya belum diketahui.
Kematian Ermanto yang dikenal sebagai sosok tenang dan bersahaja itu pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka peristiwa tragis tersebut bisa terjadi di lingkungan mereka.
(*/tribun-medan.com)