FAKTA-FAKTA Pembunuhan Staf Bawaslu Maria Simaremare, Sudah Dua Tahun Dipacari Pelaku Suharlan
AbdiTumanggor March 29, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM - Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan, Sumatera Selatan, berasal dari Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Keluarganya di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, di perbatasan Riau dan Sumatera Utara, tepatnya berbatasan langsung dengan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Maria Simaremare merantau ke Sumatera Selatan untuk bekerja sebagai Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan sebelum peristiwa tragis menimpa dirinya pada 25 Maret 2026.

Maria Simaremare (38) belum menikah, namun sudah dua tahun menjalin hubungan asmara dengan Suharlan (34), seorang buruh asal Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Selama bekerja sebagai Staf Bawaslu OKU Selatan, Maria Simaremare tinggal di rumah kontrakan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan.

Polisi melakukan olah TKP di rumah kontrakan Maria Simaremare
Maria Simaremare (38) yang ditemukan tewas dalam kondisi luka parah di bagian leher, Rabu (25/3/2026). Sang kekasih, Suharlan (34), pelaku pembunuhan menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (28/3/2026).

Sosok berdedikasi tinggi dan memiliki kepribadian yang baik

Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, mengatakan Maria Simaremare ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Rabu (25/3/2026) pagi.

Ahmad Naafi mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian almarhumah.

Ia menyebut Maria sebagai sosok pegawai yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepribadian yang baik.

“Kami sangat kehilangan. Almarhumah dikenal sebagai pribadi yang baik, rendah hati, dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas,”ujarnya.

Kata Ahmad Naafi, Maria Simaremare telah lama mengabdi di Sumatera Selatan dan menunjukkan komitmen kuat terhadap pekerjaannya. Bahkan, ia memilih menetap di OKU Selatan sebagai bentuk pengabdian.

“Beliau sudah cukup lama mengabdi dan memilih menetap di sana. Itu menunjukkan komitmen beliau untuk terus berkontribusi bagi daerah,”pungkasnya.

Ahmad Naafi juga mengungkapkan bahwa almarhumah sempat berencana tidak pulang kampung ke Bagan Batu saat Lebaran dan tetap menjalankan tugas di wilayah tersebut.

Pihak Bawaslu Sumsel berhadap kasus ini diusut tuntas dan berjalan seadil-adilnya. “Kami berharap kasus ini segera tentuas dan berjalan adil,”ujarnya.

Bawaslu Sumsel juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan almarhumah serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Jenazah Maria Simaremare telah dibawa ke kampung halamannya di Bagan Batu, Rokan Hilir, Riau.

Polisi melakukan olah TKP di rumah kontrakan Maria Simaremare (38) yang ditemukan tewas dalam kondisi luka parah di bagian leher, Rabu (25/3/2026).(foto insert) Suharlan (34) pelaku pembunuhan saat menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (28/3/2026).
Polisi melakukan olah TKP di rumah kontrakan Maria Simaremare (38) yang ditemukan tewas dalam kondisi luka parah di bagian leher, Rabu (25/3/2026).(foto insert) Suharlan (34) pelaku pembunuhan saat menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (28/3/2026). (TRIBUN MEDAN/DOK POLISI)

Penjelasan Kepolisian

Kasus pembunuhan Maria ini terungkap setelah pelaku Suharlan (34) menyerahkan diri ke polisi.

Ia mengaku mengaku sebagai pacar korban dan menyerahkan diri ke Polsek Sukarami Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (28/3/2026).

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston Sinaga mengatakan, dari tangan pelaku mereka mendapatkan barang bukti berupa satu hanphone merk Oppo A95 warna putih yang merupakan milik korban.

Kemudian, dompet warna merah muda milik korban juga sempat diletakkan oleh pelaku di atas cor dak masjid kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, yang masih berisi KTP, SIM, uang Rp 700 ribu dan kartu ATM atas nama korban.

“Sedangkan untuk sepeda motor Honda Beat warna putih beserta STNK dan BPKB, serta satu unit laptop Asus warna abu-abu milik korban disimpan pelaku disalah satu rumah kosong di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU,” kata AKP Aston, Minggu (29/3/2026).

Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan itu dilatar belakangi ketersinggungan pelaku dengan korban.

Keduanya sempat terlibat pertengkaran di lokasi kejadian sehingga menyebabkan korban tewas di bunuh. 

Suharlan pun kemudian mencekik korban dengan tangan kosong. Kurang puas, ia lalu mengeluarkan senjata tajam dari tasnya dan langsung melukai leher korban hingga tewas.

“Pelaku kemudian membersihkan diri dari darah dan langsung kabur menggunakan sepeda motor korban, serta membawa barang miliknya yang lain. Motifnya sejauh ini karena tersinggung dengan ucapan korban,”ujarnya.

Jenazah korban kemudian ditemukan tewas dalam rumah kontrakannya yang berada di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. 

AKP Aston Sinaga mengatakan, kejadian itu terungkap saat tetangga korban yang menaruh curiga lantaran korban tak kunjung keluar dari rumah sejak Selasa (24/3/2026).

Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, tetangga korban pun langsung masuk ke dalam dan menemukan MS sudah dalam kondisi tewas.

“Korban pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” kata Aston, Minggu (29/3/2026).

Jejak Suharlan juga sempat terlihat oleh salah satu saksi saat mengunci rumah dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor korban.

Maria Simaremare ditemukan tewas dalam kondisi luka parah
Maria Simaremare (38) ditemukan tewas dalam kondisi luka parah di bagian leher, Rabu (25/3/2026). Sang kekasih, Suharlan (34), pelaku pembunuhan menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (28/3/2026).

Hasil Autopsi Korban

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik, terdapat luka yang bervariasi pada tubuh korban.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pada pemeriksaan luar ditemukan korban mengalami memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga.

"Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi," ujar Nandang.

"Terdapat juga bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan," imbuhnya.

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat.

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.

Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.

"Setelah diautopsi, jenazah dikembalikan ke keluarganya," katanya.

Kombes Nandang menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga: SOSOK Maria Simaremare Anggota Bawaslu Tewas Dengan Luka Gorok di Leher

Baca juga: Motif Pelaku Tega Bunuh Kekasihnya, Staf Bawaslu Maria Simaremare Tewas Mengenaskan

Fakta Utama tentang kematian Maria Simaremare:

Usia: 38 tahun saat kejadian.

Status: Belum menikah, tinggal sendiri di rumah kontrakan di OKU Selatan.

Hubungan asmara: Menjalin hubungan dengan Suharlan (34) selama kurang lebih 2 tahun.

Peristiwa tragis: Pada 25 Maret 2026, Maria ditemukan tewas di rumah kontrakannya akibat dibunuh oleh kekasihnya sendiri.

Kronologi Singkat:

22 Maret 2026: Pelaku datang ke rumah Maria untuk menginap.

24 Maret 2026: Terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku, dipicu kata-kata kasar yang menyinggung pelaku.

25 Maret 2026: Maria ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya.

28 Maret 2026: Pelaku ditangkap polisi di Palembang.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: TERNYATA Maria Simaremare Dibunuh Pacarnya di Kontrakan, Sempat Nginap 2 Hari, Motif Tersinggung

Baca juga: Motif Suharlan Bunuh Staf Bawaslu OKU Selatan Maria Simaremare, Tersinggung Perkataan Korban

Baca juga: Nasib Tragis Staf Bawaslu Maria Simaremare, Tewas di Tangan Sang Kekasih

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.