SURYA.CO.ID, SURABAYA - Alunan musik folklor khas Hungaria berpadu dengan nuansa lokal menghadirkan pengalaman berbeda di Kota Pahlawan.
Bukan sekadar pertunjukan seni, kehadiran “Hungarian Foklore Music Concert”, sebuah event musik yang digelar oleh Kedutaan Besar Hungaria di Indonesia, mengajak masyarakat di Surabaya mengenal bagian dari budaya negara tersebut.
Penampilan Flaska Band, grup musik foklor asal Hungaria dalam event tersebut disambut antusias penonton di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (29/3/2026).
Setiap akhir penampilan grup band tersebut, penonton kompak bertepuk tangan.
Penampilan Flaska Band yang membawakan lagu ‘Bungong Jeumpa’ ikonik lagu daerah Aceh, menunjukan perpaduan musik lintas budaya.
Sontak, disambut tepuk tangan meriah kemudian berdiri usai pertunjukan.
Lebih dari sekadar pertunjukan, rangkaian kegiatan ini menjadi simbol bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga lewat rasa, karya, dan pengalaman bersama.
“Harapannya, mereka juga tertarik untuk mengunjungi Hungaria setelah melihat betapa menariknya negara dan budaya kami. Ini adalah bagian dari diplomasi, khususnya diplomasi budaya,” terang Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia H.E. Lilla Karsay
Dengan jarak lebih dari 10.000 kilometer dan perbedaan skala negara, Indonesia dengan ratusan juta penduduk sementara Hungaria sekitar sembilan juta, diplomasi budaya dinilai jadi cara yang relevan untuk menjembatani perbedaan tersebut.
Baca juga: VIDEO Balai Pemuda Surabaya: Dari Tempat Hiburan Kolonial Menjadi Pusat Kreativitas Anak Muda
Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia H.E. Lilla Karsay menyebut kegiatan sebagai bagian dari Hungarian Cultural Week yang berlangsung di Jakarta dan Surabaya ini tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga kolaborasi fashion show dan kuliner.
“Kami membawa berbagai hal, mulai dari makanan, menghadirkan chef, hingga desainer fesyen. Tujuannya selalu untuk membangun hubungan,” sebutnya di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (29/3/2026).
Dia menilai antusiasme yang tinggi hadir di Surabaya.
Surabaya dipilih bukan tanpa alasan. Selama ini, kegiatan serupa lebih banyak berpusat di Jakarta atau destinasi wisata seperti Bali.
Namun, Hungaria melihat potensi besar di Surabaya sebagai kota pendidikan dengan banyak universitas ternama.
“Surabaya sangat penting, tidak hanya Jakarta dan Bali. Kami ingin masyarakat di sini juga punya kesempatan mengenal budaya Hungaria,” tambahnya.
Upaya tersebut juga diwujudkan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan, seperti pemberian buku hingga kegiatan presentasi di kampus.
Harapannya, generasi muda dapat lebih mengenal Hungaria, bahkan tertarik untuk melanjutkan studi di sana.
Saat ini, Hungaria menyediakan beasiswa penuh setiap tahun bagi mahasiswa Indonesia untuk jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.
Ratusan alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Hungaria pun dianggap sebagai “duta” yang turut memperkenalkan negara tersebut.
Sementara itu, Aulia Luqman Aziz dari International Office Universitas Brawijaya menilai event Hungarian Foklore Music Concert menjadi salah satu diplomasi sekaligus peluang koneksi dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, terutama Hungaria.
“Kegiatan seperti ini jadi diplomasi yang mereka gunakan melalui budaya, musik, dan makanan ini luar biasa. Apalagi mereka membawakan lagu tradisional mereka, kemudian kejutannya adalah lagu Bungong Jeumpa. Itu sangat menyentuh untuk kita, seperti nyambung ngomongnya tapi melalui lagu,” sebutnya.
Aulia menyebut, Dubes Hungaria di Indonesia menyambut baik kolaborasi antar perguruan tinggi.
“Sehingga kami ingin lebih banyak eksplorasi dengan kampus-kampus di sana,” tutupnya.