TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana.
BNPB mencatat bencana hidrometeorologi basah dan kering seperti banjir, angin kencang dan kebakaran hutan serta lahan masih mendominasi di beberapa wilayah di Indonesia pada Sabtu hingga Minggu 28-29 Maret 2026.
"Perihal antisipasi potensi risiko bencana angin kencang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti memangkas dahan pohon yang sudah rimbun, memperkuat atap struktur rumah dan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat," ujar Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, Sabtu, (29/3/2026).
Masyarakat juga kata dia dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, apabila terjadi hujan dengan intensisitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam serta adanya peningkatan debit air.
"Maka lakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman. Perbaharui informasi prakiraan cuaca dan potensi risiko diwilayah masing-masing dari sumber informasi lembaga resmi," katanya.
Adapun bencana yang terjadi dalam dua hari terakhir di sejumlah wilayah Indonesia diantaranya yakni, banjir di wilayah Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
"Banjir ini berdampak pada 11 rumah, 3 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas umum, termasuk ruas jalan terendam sepanjang 30 meter. BPBD bersama tim gabungan melakukan upaya penyedotan air guna mempercepat upaya penanganan," katanya.
Peristiwa yang sama dilaporkan terjadi di Desa Mantewe, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Banjjr terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan 42 rumah terdampak.
Tidak hanya banjir, bencana berupa angin kencang juga terjadi di sejumlah wilayah. Diantaranya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan terdampak setelah hujan disertai angin kencang pada Jumat (27/3/2026). Terdapat 6 rumah rusak dengan rincian 1 unit rumah rusak berat dan 5 unit rumah rusak ringan.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (28/3/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda Desa Kunci Kecamatan Sidareja, Desa Bojongsari Kecamatan Kedunreja, dan Desa Ciwalen Kecamatan Dayeuhluhur hingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang menimpa rumah serta jaringan listrik PLN.
"Kejadian tersebut menyebabkan 12 unit rumah rusak ringan, 2 unit rusak sedang dan 1 unit rusak berat," katanya.
Kemudian juga terjadi bencana karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Titik api dilaporkan terlihat di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badah pada Sabtu (28/3) pukul 11.30 WITA. Lahan seluas 2 hektar ludes terbakar. Kondisi terkini, api sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Karhutla juga terjadi di Desa Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat (27/3/2026). Api dilaporkan terlihat sekitar wilayah Kecamatan Tarakan Tengah. Sedikitnya lahan gambut seluas 6 hektar terbakar akibat kejadian ini.
"Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak
terkait," pungkasnya.