Mimpi Buruk! Mauro Zijlstra Dipastikan Cedera Parah dan Terancam Absen Lama
Wila Wildayanti March 30, 2026 09:33 AM

Mimpi buruk menghampiri Mauro Zijlstra tepat setelah dirinya mengukir sejarah dengan mencetak gol untuk Timnas Indonesia. Pemain Persija Jakarta ini dipastikan mengalami cedera parah dan terancam absen lama.

Penyerang Timnas Indonesia dan Persija Jakarta itu dikonfirmasi oleh PSSI mengalami cedera parah.

Buntut cedera parah tersebut, Mauro Zijlstra bahkan tak bisa membela Timnas Indonesia melawan Bulgaria.

Skuad Garuda dijadwalkan akan melawan Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026).

Pemain berusia 21 tahun tersebut tak akan bisa membela Skuad Garuda dalam laga ini.

Pasalnya, PSSI telah mengumumkan sang pemain dicoret bahkan telah menjalani latihan terpisah di Stadion Madya, Jakarta, pada Minggu (29/3/2026).

Zijlstra dicoret karena mengalami cedera saat melawan Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026).

Mantan pemain FC Volendam tersebut mengalami benturan saat membawa Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.

Buntut situasi ini, ia pun dipastikan tak akan bisa menambah kekuatan Tim Merah Putih.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengatakan bahwa Mauro Zijlstra mengalami cedera.

Pemain Persija ini mengalami masalah di otot paha depan setelah menjalani serangkaian tes medis.

“Sudah tes, hasilnya grade 2,” ujar Sumardji kepada awak media termasuk BolaSport.com di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Buntut cedera ini, Mauro Zijlstra diperkirakan akan butuh waktu pemulihan setidaknya selama dua hingga tiga bulan.

Dia bisa saja harus menepi dan absen lama untuk fokus pada pemulihan.

“Jadi ya mungkin kalau grade 2 ini bisa antara dua atau tiga bulan ya,” kata Sumardji.

Zijlstra memang sudah dicoret dari skuad Timnas Indonesia jelang melawan Bulgaria.

Namun, ia masih terlihat dalam latihan bersama Skuad Garuda meski memang terlihat menjalani sesi terpisah.

PSSI sudah memanggil Jens Raven sebagai pengganti Mauro Zijlstra.

Pemain Bali United itu dipanggil untuk mengisi posisi Zijlstra dengan harapan Skuad Garuda tetap lengkap memiliki 23 pemain.

Sumardji mengungkapkan alasan Jens Raven yang dipanggil sebagai pemain pengganti karena memang memiliki posisi yang sama.

Bergabungnya Jens Raven ke Timnas Indonesia ini menjadi kabar yang bagus buat pemain Bali United tersebut.

Pasalnya, momen ini menjadi pemanggilan pertama untuk Jens Raven ke Timnas Indonesia senior sebagai penyerang muda.

“Ya, karena memang posisinya Jens sama dengan Mauro, sebagai striker,” jelas Sumardji.

“Pertimbangan-pertimbangan itulah yang diambil oleh Coach John untuk memanggil Jens Raven,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.