Inikah Jawaban Iran untuk Kapal Indonesia? Teheran Rilis 8 Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz
Galuh Palupi March 30, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Iran merilis daftar negara yang dianggap sebagai sahabat dan kapalnya diizinkan melewati Selat Hormuz.

Setelah menutup seluruh akses pelayaran, Iran kini memberikan izin terbatas untuk sejumlah negara yang dianggap sebagai teman oleh mereka.

Dikutip dari media Inggris, Express, pada Jumat (27/3/2026), Iran telah membuka akses untuk negara tertentu agar tetap bisa mengirimkan ekspor yang mereka butuhkan.

Iran menegaskan, Selat Hormuz pada dasarnya tetap terbuka bagi semua negara, kecuali Amerika Serikat dan sekutunya. 

Dalam surat kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional pada Selasa (24/3/2026), Iran menyatakan kapal-kapal non-musuh termasuk yang dimiliki atau terkait negara lain tetap dapat melintas dengan aman. 

Izin tersebut berlaku selama kapal tidak terlibat atau mendukung aksi agresi terhadap Iran, mematuhi aturan keselamatan dan keamanan, serta berkoordinasi dengan otoritas Iran. 

Baca juga: Indonesia Dapat Izin Iran, 2 Kapal Tanker Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz, Pemerintah Amankan

KAPAL SELAT HORMUZ - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz, Iran hanya izinkan beberapa negara untuk lewati Selat Hormuz. (via Kompas.com/Seto Ajinugroho)

Sejauh ini, setelah komunikasi dengan negara yang dianggap “sahabat”, kapal dari Malaysia, China, Mesir, Korea Selatan, dan India telah mendapat izin melintas. 

Menurut Lloyd's List, sedikitnya dua kapal yang melintasi Selat Hormuz membayar biaya menggunakan yuan.

Salah satu perjalanan bahkan difasilitasi perusahaan jasa maritim China yang bertindak sebagai perantara dan mengurus pembayaran ke otoritas Iran, meski jumlah pastinya belum diungkap. 

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (26/3/2026), China diizinkan melintas karena memiliki hubungan erat dengan Iran dan sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pasokan minyaknya, meski jumlah kapal yang lewat belum cukup menekan kenaikan harga energi. 

India juga termasuk negara yang diizinkan melintas, dengan beberapa kapal berhasil melewati selat setelah upaya diplomasi. 

Selain itu, Pakistan sempat berhasil mengirim satu kapal tanker, namun kapal lain ditolak karena tidak memenuhi prosedur, meski kini diakui sebagai negara “sahabat” oleh Iran. 

Rusia tetap mendapat akses berkat hubungan kuat dengan Iran dan turut diuntungkan dari lonjakan harga minyak akibat konflik.

Sementara itu, Thailand juga berhasil mengirim kapal tanker setelah negosiasi dengan Iran, bahkan tanpa dikenakan biaya transit. 

Meskipun, pada awal konflik kapal Mayuree Naree yang berbendera Thailand terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz. 

Baca juga: Iran Rilis Daftar Negara yang Boleh Lintasi Selat Hormuz, Kemenlu RI Bongkar Progres Kapal Pertamina

Namun, beberapa minggu kemudian, kapal milik Bangchak Corporation itu berhasil melintasi jalur air strategis tersebut, setelah pembicaraan yang sukses antara Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow dan Duta Besar Iran untuk Thailand. 

SELAT HORMUZ -
SELAT HORMUZ - (WIKIMEDIA COMMONS/MODIS LAND RAPID RESPONSE TEAM, NASA GSFC)

Dengan demikian, berikut daftar negara yang kapalnya telah diizinkan melintasi Selat Hormuz oleh Iran: 

  1. China 
  2. Rusia 
  3. India 
  4. Pakistan 
  5. Mesir 
  6. Korea 
  7. Selatan 
  8. Malaysia 
  9. Thailand

Bagaimana dengan Indonesia? 

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan bahwa berdasarkan informasi terbaru, otoritas Iran memberikan respons positif terkait kapal Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz. 

KAPAL PERTAMINA -
KAPAL PERTAMINA - (Dok. Pertamina International Shipping)

"Informasi terakhir menunjukkan adanya tanggapan positif dari otoritas Iran, dan saat ini proses sudah masuk ke tahap teknis dan operasional agar kapal-kapal Indonesia dapat segera melintas dengan aman," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/3/2026) malam. 

Baca juga: 7 Negara di Asia Tercekik Krisis BBM, Lumpuh Imbas Perang Iran, Transportasi Terganggu, Indonesia?

Dave menuturkan, Komisi I DPR memandang situasi tersebut dengan penuh perhatian sekaligus optimisme, seraya meyakini diplomasi intensif dan komunikasi konstruktif pemerintah dapat memastikan kapal segera melanjutkan pelayaran. 

"Hal ini menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan bagi masyarakat," katanya. 

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang, pada Jumat menyampaikan, Indonesia bersama pemerintah Iran mulai membahas aspek teknis dan operasional terkait kapal Pertamina yang masih berada di Teluk Arab karena belum bisa melintas di Selat Hormuz. 

Menurutnya, dalam perkembangan komunikasi kedua negara, terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. 

“Yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” kata Yvonne, dikutip dari Kompas.com. (Tribun Trends/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.