Huntara Tak Rampung, 373 KK Korban Banjir Aceh Timur Masih di Tenda Darurat
Faisal Zamzami March 30, 2026 12:20 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebanyak 373 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.259 jiwa korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur terpaksa harus memperpanjang masa tinggal mereka di tenda-tenda darurat dan gubuk-gubuk yang dibangun secara mandiri karena Hunian Sementara (Huntara) belum rampung dikerjakan pihak vendor.

Berdasarkan data terbaru diterima Serambinews.com, pada Senin (30/3/2026) , titik pengungsian terbanyak berasa di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Serbajadi.

Untuk wilayah Pante Bidari, tercatat ada 271 KK yang masih bertahan meliputi Gampong Sah Raja, Sijudo, Pantee Panah, Blang Seunong, dan Pantee Labu.

Hingga saat ini mereka bertahan di tenda pengungsian, juga mendirikan tenda mandiri di reruntuhan rumah, sebagian lagi menumpang di balai desa.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Serbajadi. Sebanyak 102 KK terpaksa menyulap fasilitas umum menjadi tempat tinggal sementara.

Titik pengungsian meliputi Kantor Keuchik Lokop, balai adat, hingga ruang-ruang kelas di SD Loot Jering.

Baca juga: Geram Proyek Huntara Molor, Bupati Al-Farlaky Desak BNPB Putus Kontrak Vendor Tak Kompeten

"Kondisi 373 KK masih mengungsi, mereka terpaksa bertahan di tenda atau gedung-gedung publik karena akses wilayah yang belum pulih dan huntara tidak selesai," tutur Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.

Al-Farlaky juga sudah meninjau langsung lokasi tersebut dan meminta BNPB yang mengawasi pembangunan Huntara itu harus tegas terhadap vendor yang nakal, jika tidak maka masyarakat yang akan sengsara.

"Pembangunan Huntara ini kan dibawah pengawasan BNPB, mereka yang menunjukkan vendor, jadi sama meminta pada BNPB putuskan kontrak dengan vendor yang tidak bertanggung jawab itu, kita mau pengerjaan Huntara ini dibangun sampai tuntas," tegasnya.

Bencana banjir, longsor, dan angin kencang ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dengan total 58 korban jiwa.

Berdasarkan data yang didapatkan dari pemkab, ada 7.293 hunian warga yang terdampak, hal ini menjadi alasan utama mengapa kebutuhan akan Huntara dan rumah bantuan menjadi sangat mendesak.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.