Kunjungan Pasien di Puskesmas Ranai Natuna Stabil Setelah Lebaran, Hipertensi Penyakit Terbanyak
Septyan Mulia Rohman March 30, 2026 06:07 PM

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, tingkat kunjungan masyarakat ke Puskesmas Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpantau relatif stabil.

Tidak terlihat lonjakan signifikan jumlah pasien, seperti yang kerap terjadi pada momen Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan TribunBatam.id, Senin (30/3/2026), aktivitas pelayanan di puskesmas yang berada di pusat Kota Ranai itu tampak berjalan normal.

Sejak pagi, ruang tunggu di depan loket pendaftaran mulai dipenuhi warga, namun kondisinya masih dalam batas wajar seperti hari biasa.

Petugas kesehatan pun terlihat sigap melayani pasien dengan berbagai keluhan.

Kepala Puskesmas Ranai, Nazri, mengatakan hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan jumlah pasien usai Lebaran.

“Usai Lebaran sampai hari ini belum ada perubahan signifikan. Masih seperti hari-hari biasa,” ujarnya.

Ia menyebut, kunjungan teramai biasanya terjadi pada hari tertentu, seperti Senin dan Sabtu.

"Rata-Rata kunjungan di Puskesmas Ranai itu perharinya 50 hingga 110 pasien," katanya. 

Menurutnya, peningkatan pasien pasca Lebaran umumnya dipicu perubahan pola makan selama hari raya.

Namun, untuk tahun ini kondisi tersebut masih tergolong terkendali.

“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan cukup baik, baik selama Ramadan maupun momen Lebaran,” jelasnya.

Jumlah kunjungan yang masih dalam batas normal ini memastikan masyarakat dapat ditangani dengan baik oleh tenaga medis.

Sebagian besar pasien yang datang berobat mengalami keluhan ringan, seperti batuk, pilek, hingga gangguan pencernaan.

“Kami selalu siaga mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien secara tiba-tiba,” tambahnya.

Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, termasuk mengatur pola makan dan istirahat yang cukup.

"Diingatkan juga untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," Imbaunya.

Selain itu, Nazri juga mengungkapkan data penyakit terbanyak yang tercatat selama periode 1 hingga 30 Maret 2026, yang bertepatan pada momen Ramadan dan Lebaran.

"Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit paling dominan dengan 113 kasus," tambahnya.

Disusul flu atau pilek sebanyak 99 kasus, gangguan lambung (maag) 43 kasus, radang tenggorokan akut 39 kasus, serta diabetes sebanyak 38 kasus.

Selain itu, terdapat pula kasus gigi berlubang sebanyak 27 kasus dan sejumlah keluhan lain seperti radang gusi.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular dan gangguan kesehatan ringan, masih mendominasi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan di Natuna. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.