Hadiri Sertijab Danrem 173/PVB, Sekda Puncak Harapkan Sinergi Terus Terjalin Demi Keamanan Warga
Marius Frisson Yewun March 30, 2026 06:12 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menghadiri acara lepas sambut Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB) yang berlangsung khidmat di Guest House, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

​Agenda ini menandai serah terima jabatan dari Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda kepada Brigjen TNI Vivian Alivianto.

Kehadiran pejabat daerah dalam acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara unsur TNI dan Pemda dalam menjaga kondusifitas wilayah, khususnya di daerah rawan konflik.

​​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni yang hadir mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pejabat lama dan menyambut hangat pimpinan baru.

Baca juga: Tanah Air Diterjang Badai PHK P3K, Bupati Johannes Rettob Pastikan Mimika Kebal

"Hari ini kondisi di Puncak sangat aman, untuk itu kami berharap dengan kehadiran Danrem yang baru, kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi stabilitas keamanan masyarakat kami," kata Nenu kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, Senin, (30/3/2026).

Nenu berharap transisi pimpinan di Korem 173/PVB membawa semangat baru dalam pendekatan keamanan yang humanis namun tetap tegas.

"Sinergi antara Brigjen TNI Vivian Alivianto dengan para kepala daerah di wilayah kerja Korem 173/PVB menjadi kunci utama dalam memastikan pembangunan di Papua Tengah tetap berjalan tanpa gangguan keamanan," ujarnya.

​Selain membahas transisi kepemimpinan, Nenu juga memberikan pernyataan serius terkait insiden berdarah yang menimpa warga Puncak di Kabupaten Mimika baru-baru ini.

Baca juga: Owen Rahadiyan Ingatkan Persipura Jayapura Makin Fokus dan Disiplin di 5 Laga yang Tersisa

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas munculnya korban jiwa susulan pasca pertikaian antarsuku yang sebenarnya telah didamaikan oleh pemerintah daerah dan provinsi pada beberapa waktu lalu.

​Nenu mengatakan tindakan tegas terukur harus diambil agar siklus kekerasan tidak terus berulang.

Sekda mengharapkan aparat penegak hukum memproses para pelaku melalui hukum positif, bukan lagi melalui penyelesaian adat semata, guna memberikan efek jera dan menghentikan tradisi korban susulan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar. "Mari kita menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan," ajak Nemu.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.