Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pungutan retribusi di Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masih terus berjalan.
Namun di sisi lain, pedagang justru mengeluhkan minimnya fasilitas dasar, khususnya ketersediaan air bersih.
Keluhan ini mencuat karena air merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas jual beli, terutama bagi pedagang ikan dan sayur dalam menjaga kebersihan dagangan.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Senin (30/3/2026), kondisi pasar terlihat kurang terawat.
Beberapa lapak tampak kotor dengan sisa air dan limbah dagangan yang tidak dibersihkan.
Baca juga: Antrean BBM Mengular Puluhan Meter di Sejumlah Titik Kota Ambon, Warga Khawatir Kelangkaan
Baca juga: Bupati SBT Pimpin Apel Perdana Pasca Idul Fitri, Tekankan Disiplin dan Kinerja ASN
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, papan pengumuman retribusi pasar masih terpampang jelas di area pasar.
Dalam pengumuman itu disebutkan tarif retribusi sebesar Rp. 2.000 per meter untuk pedagang sayur maupun ikan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024.
Sejumlah pedagang menilai, pungutan seharusnya diimbangi fasilitas yang layak.
Salah satu pedagang, Mama Ulfa (42), mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air bersih susah, kadang harus tambah sendiri dari sumur, itupun kalau cuacanya bagus, kalau hujan, air jadi kuning," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat mempengaruhi kualitas dagangan, terutama ikan agar tetap segar.
“Kalau tidak ada air, barang jualan ini cepat kotor dan bau, sebagai pembeli mereka pasti tidak nyaman,” katanya.
“Kami tetap bayar retribusi, tapi fasilitas seperti air bersih belum ada. Harusnya ini jadi perhatian,” bebernya.
Para pedagang menilai, kondisi ini menunjukkan belum adanya keseimbangan antara kewajiban membayar retribusi dengan hak mendapatkan fasilitas yang memadai.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, khususnya dalam penyediaan air bersih, agar aktivitas pasar dapat berjalan lebih baik.
Selain itu, pedagang juga menginginkan adanya pengelolaan pasar yang lebih maksimal agar lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi semua pihak.
“Beta harap pemerintah segera perbaiki, terutama air bersih, supaya aktivitas di pasar bisa lebih baik dan lingkungan tetap bersih, pembeli juga nyaman,” tutupnya.(*)