TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kondisi jalan di kawasan industri Kota Dumai, khususnya di wilayah Sungai Sembilan hingga Pelintung/Kampai, saat ini sangat memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat dan aktivitas industri tersebut mengalami kerusakan parah, dengan banyak bagian retak dan berlubang.
Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kelancaran transportasi, tetapi juga memicu kemacetan serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Kasim, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai kawasan industri Dumai merupakan salah satu penggerak ekonomi besar di Riau.
Menurutnya, kawasan tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga triliunan rupiah, sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian serius, terutama terkait infrastruktur pendukung seperti jalan.
Ia juga menegaskan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut sudah sewajarnya ikut bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang digunakan bersama.
"Kita tahu perusahaan-perusahaan di kawasan industri menghasilkan nilai yang sangat besar, bahkan triliunan. Jalan ini juga menjadi urat nadi bagi aktivitas mereka. Maka sudah sewajarnya mereka ikut berkontribusi dalam perbaikan,"ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Ia menilai tidak adil jika aktivitas industri berjalan lancar, namun kondisi jalan yang digunakan masyarakat justru dibiarkan rusak.
Untuk solusi jangka panjang, Abdul Kasim mendorong pembangunan infrastruktur jalan yang lebih memadai, termasuk pembangunan jalan dua jalur di kawasan industri tersebut guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pemerintah pusat, mengingat keterbatasan anggaran daerah.(TribunPekanbaru.com / Nasuha Nasution)