TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Langit siang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, mendadak berubah kelabu Senin (30/3/2026) siang sekira pukul 12.00 WIB. Asap hitam membumbung tinggi, disertai suara teriakan warga yang panik.
Dalam hitungan menit, api melahap deretan delapan rumah petak berbahan papan di RT 02 RW 02, menyisakan kepedihan bagi para penghuninya. Warga berhamburan keluar rumah.
Sebagian hanya sempat menyelamatkan diri, sebagian lainnya berusaha mengangkat barang seadanya. Namun kobaran api yang begitu cepat membuat upaya itu nyaris sia-sia.
Di tengah kepanikan itu, Nelmiati, seorang ibu rumah tangga, tampak terduduk lemas. Wajahnya pucat, matanya sembab.
Ia masih mengenakan pakaian rumah jilbab hitam dan rok sederhana yang ia pakai saat menjalani rutinitas harian.
“Saya tadi sedang mencuci kain, tiba-tiba api menjalar cepat," tuturnya dengan suara bergetar.
“Langsung lari, cuma sempat selamatkan badan saja," ujarnya bercerita sambil menangis.
Tak ada yang tersisa dari rumah kontrakannya. Pakaian, dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga kartu BPJS, semuanya hangus dilalap api.
“Sadonya (Semuanya) habis terbakar, nggak ada yang tersisa. Tapi Alhamdulillah kami selamat sekeluarga," katanya mencoba tegar di tengah kehilangan.
Rumah-rumah petak sebagian besar berbahan kayu. Sehingga api begitu cepat merambat.
Dalam waktu singkat, delapan pintu rumah rata dengan tanah. Saat petugas pemadam kebakaran tiba, api sudah menghanguskan hampir seluruh bangunan.
Di antara puing dan sisa arang, Nelmiati dan para tetangga yang juga menjadi korban saling mendekat, berpelukan, mencoba menguatkan satu sama lain.
Tangis pecah di antara mereka bukan hanya karena kehilangan harta benda, tetapi juga rasa tak berdaya.
“Kami semuanya ngontrak, kami orang susah, Sama siapa lagi kami harus mengadu,"ujarnya lirih.
Tak jauh dari lokasi, Aldi, seorang remaja, masih terlihat syok. Ia tak menyangka rumahnya bisa hilang hanya dalam waktu singkat.
"Tadi saya cuma keluar sebentar beli paket di warung depan. Pas balik, rumah sudah habis terbakar," ujarnya sambil menggigil bercerita.
Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi warga. Bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga seluruh harta mereka yang ikut terbakar bersama kobaran api.
Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing hitam dan harapan yang menggantung. Warga berharap uluran tangan datang, agar mereka bisa kembali bangkit dari musibah yang datang begitu cepat- secepat api yang melahap rumah-rumah mereka siang itu.
Memang tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu, hanya saja banyak barang berharga dan dokumen penting lainnya ikut terbakar.
Proses pemadaman juga terkendala jalan akses yang sempit. Unit Mobil Pemadam Kebakaran dari Damkar Pekanbaru kesulitan menjangkau rumah petak yang terbakar.
"Untuk masuk ke lokasi belum terlalu lapang jalannya, sehingga kawan kawan menarik selang ke sini hingga menjangkau lokasi kebakaran," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra kepada Tribunpekanbaru.com.
Dirinya menyebut bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) Damkar Kota Pekanbaru mendapat laporan dari warga. Mereka langsung bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran di Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.
Pihaknya mengimbau warga di daerah rawan kebakaran untuk waspada. Apalagi di kawasan pemukiman padat penduduk dengan bangunan semi permanen.
Zarman menambahkan bahwa potensi kebakaran bisa meningkat seiring kondisi dalam cuaca panas. Ia tidak ingin masyarakat lalai dalam penggunaan kompor dan listrik.
"Untuk selalu waspada terhadap ancaman kebakaran, untuk pencegahannya kita berhati-hati dalam pemakaian api dan listrik di rumah," paparnya.
(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)