Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Massa yang mayoritas didominasi kaum ibu-ibu atau emak-emak di Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya melancarkan aksi unjuk rasa ke kantor keuchik setempat, Senin (30/3/2026).
Massa yang diperkirakan mencapai 100 orang lebih itu juga terlihat sejumlah bapak-bapak.
Aksi kaum emak-emak dan bapak-bapak itu merupakan bentuk protes terhadap ketidakjelasan bantuan stimulan dari pusat untuk korban banjir.
Dalam aksi tersebut, warga ikut menyegel kantor keuchik dengan memalang pintu depan sehingga aktivitas pelayanan di kantor keuchik ikut lumpuh beberapa jam.
Warga meneriakan yel-yel bantuan stimulan banyak diberikan kepada yang tidak berhak, seperti keluarga keuchik dan aparatur desa, sementara mereka yang juga korban tidak diberikan.
Aksi yang dilancar dari pagi hingga siang itu turut dikawal pihak Kepolisian dari Polsek Darul Makmur yang membawahi kerja Kecamatan Tripa Makmur dan juga dari unsur TNI.
Baca juga: Nekat Jambret Tas Emak-emak di Ateuk Jawo Banda Aceh, Pria Asal Sabang Dibekuk Polisi
Rukiah, salah seorang peserta aksi mengungkapkan, bahwa dirinya merupakan salah seorang korban banjir, tetapi tidak menerima bantuan stimulan.
Setelah sempat melancar aksi, jelang siang demo tersebut diakhiri dengan membuka segel kantor keuchik setelah massa mendapat penjelasan pihak kepolisian.
Sedangkan Keuchik Mon Dua sendiri saat aksi tidak berada di lokasi.
Sekitar 20 orang perwakilan warga dari Desa Mon Dua kemudian melancarkan aksi lanjutan ke DPRK Nagan Raya menyampaikan tuntutannya.
Di DPRK, perwakilan warga diterima Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan dan Wakil Ketua, Said Syahrul Rahmad.
Ketua DPRK Nagan Raya menyampaikan harapan kepada Pemkab dan pihak Pemerintah Pusat agar segera mengevaluasi kembali penerima bantuan stimulan dari korban banjir sehingga penerima benar-benar orang berhak.
Baca juga: Kemarin Malam, Emak-emak Kepung Kantor Datok Kampung Kesehatan Aceh Tamiang
Sementara itu, Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara melalui Kapolsek Darul Makmur, Iptu Ade Haidir mengatakan, aksi unjuk rasa berjalan lancar.
Kapolsek menerangkan, aksi penyegelan kantor keuchik berakhir dan sudah dibuka setelah diberikan penjelasan kepada massa agar tidak terganggu layanan kepada warga.(*)