Konflik Global Kian Tak Pasti, Bayangi Target Investasi Kalsel Senilai Rp37 Triliun
Hari Widodo March 30, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Target investasi Kalimantan Selatan sebesar Rp37 triliun pada 2026 berada dalam bayang-bayang dinamika global yang kian tidak pasti.

Isu tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Teknis (Rakortek) dan Forum Perangkat Daerah yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor menyebut, gejolak global menjadi faktor yang perlu diantisipasi dalam upaya mendorong investasi daerah.

“Kita harus mewaspadai dampak global, termasuk potensi kenaikan harga BBM yang bisa menurunkan daya beli dan produktivitas ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Pertamax Naik Lagi, Harga BBM Hari Ini 30 Maret 2026 di Tengah Konflik Iran-Amerika, Kalsel Terimbas

Dalam paparan tersebut, target pertumbuhan ekonomi Kalsel juga disebut berada pada tren peningkatan, dari sekitar 5,2 persen saat ini menuju 5,7 hingga 6 persen pada 2026, hingga 8,1 persen pada 2029.

Di tengah proyeksi tersebut, kebutuhan akan investasi menjadi salah satu penopang utama.

Ariadi menyebut, upaya mendorong investasi perlu diikuti dengan kesiapan proyek yang dapat langsung ditawarkan kepada investor.

“Target 8,1 persen ini bukan pekerjaan biasa. Kita harus kerja luar biasa, termasuk menyiapkan proyek yang benar-benar siap ditawarkan,” katanya.

Namun, pada saat yang sama, jumlah proyek yang siap ditawarkan masih terbatas.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri menyampaikan bahwa dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang tersedia saat ini belum mencapai lima kajian.

“Jumlah kajian IPRO kita masih sangat minim. Ini menjadi tantangan besar di tengah target yang tinggi,” ujarnya.

IPRO merupakan dokumen yang memuat kajian proyek investasi dan digunakan sebagai bahan promosi kepada investor.

Dalam kondisi global yang disebut semakin kompetitif, keberadaan dokumen tersebut menjadi salah satu faktor dalam menarik minat investasi.

Endri menyebut, penyusunan IPRO perlu didorong di tingkat kabupaten/kota.

“Kalau setiap kabupaten/kota bisa menyusun satu IPRO setiap tahun, jumlahnya bisa bertambah,” katanya.

Baca juga: Tantangan Bank Kalsel di 2026, Perekonomian Global Fase Pemulihan, Tingkat Ketidakpastian Tinggi

Dokumen tersebut selanjutnya akan disampaikan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk dipromosikan, serta ditampilkan melalui aplikasi daerah.

Data tahun sebelumnya juga disampaikan dalam forum tersebut. Realisasi investasi Kalsel pada 2025 tercatat meningkat lebih dari Rp10 triliun.

Rakortek ini diikuti oleh perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dengan agenda sinkronisasi program serta penyusunan langkah peningkatan investasi daerah.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.