TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor masih rendah dibanding kota lain.
Dedie membandingkannya dengan Kota Malang yang dia sebut PAD parkirnya cukup jauh lebih tinggi di banding Kota Bogor.
Padahal dari segi luas wilayah hingga jumlah penduduknya, tak jauh berbeda.
"Bayangkan, Kota Bogor ini pendapatan parkir on street-nya maksimum hanya Rp 2,5 Miliar sampai Rp 3 Miliar," kata Dedie Rachim, Senin (30/3/2026).
"Bayangkan dengan Kota Malang, besarannya sama dengan Bogor, penduduknya hampir sama dengan Bogor, mereka bisa mendapatkan PAD kurang lebih Rp 11 Miliar sampai Rp 15 Miliar," ujarnya.
Maka dari itu, kata Dedie, kini pihaknya memikirkan cara yang berbeda dari sebelumnya untuk menaikan PAD parkir di Kota Bogor ini.
Yaitu melibatkan perusahaan swasta untuk mengelola parkir on street di Kota Bogor.
Rencananya Pemkot Bogor akan melakukan lelang terkait parkir ini.
"Sistem perparkiran di tahun ini akan kita ubah, dari parkir on street yang dikoordinasikan oleh Dishub, kita akan lelang," kata Dedie Rachim.
"Jadi ada 14 sampai 17 ruas jalan di Kota Bogor yang kita lelang," kata Dedie.
Selama ini terpantau parkir on street di Kota Bogor bisa ditemukan salah satunya di kawasan Jalan Suryakencana dan sekitarnya.
Petugas parkir resmi yang ditugaskan di kawasan ini juga mengenakan seragam biru kuning berlogo resmi Pemkot Bogor.
Pengelolaan parkir di Kota Bogor selama ini dibawah pengaturan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.
"Jadi ini yang harus kita rubah, jadi kami mohon dukungan dari Pak Dandim, Pak Kapolresta, para Anggota Dewan, untuk berubah pola sistem," katanya.
"Yang tadinya dikelola oleh jukir, nanti akan dikelola oleh satu perusahaan yang memang sudah berkontrak dengan kita," ungkap Dedie Rachim.