TRUK Besar Protes Tak Diangkut di Gilimanuk! Sejumlah Sumbu 3 Melintang di Kawasan Parkir Pelabuhan
Anak Agung Seri Kusniarti March 31, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah truk besar melakukan aksi protes dengan blokade di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Senin 30 Maret 2026.

Blokade tersebut dilakukan lantaran adanya skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mendukung kelancaran penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang karena saat ini masih terjadi antrean panjang. 

Aksi protes terjadi sekitar pukul 08.39 WITA. Kawasan parkir di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk sempat terjadi dinamika. Yang mana sopir truk memarkir kendaraannya secara melintang di lokasi tersebut. Mereka protes karena adanya pola TBB sehingga menunggu cukup lama untuk bisa diangkut ke kapal. 

"Nggih, sempat terjadi gangguan proses bongkar muat di Dermaga 1 Pelabuhan Gilimanuk karena hal tersebut," ungkap Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, saat dikonfirmasi, Senin 30 Maret 2026. 

Kondisi ini terjadi karena adanya penyesuaian pola operasional kapal di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus penyeberangan secara keseluruhan. 

Baca juga: SAKSI Lihat Buronan Mutilasi Bawa Bungkusan, Polda Bali Ungkap Fakta Baru Mutilasi Ihor Komarov

Baca juga: ASTAGA Ternyata 8 Anak Panti Pernah Jadi Korban JMW, Dinsos Buleleng Beri Pendampingan ke Korban! 

Dalam skema tersebut, kata dia, beberapa kapal menjalankan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mendukung distribusi armada yang lebih merata. 

"Karena penyesuaian tersebut, sehingga berdampak pada waktu tunggu pengguna jasa pada periode tertentu," jelasnya. 

Menurutnya, pihak ASDP memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, khususnya terkait waktu tunggu yang lebih panjang dari biasanya. Sebagai informasi, pengaturan pola operasional kapal merupakan bagian dari koordinasi bersama dengan otoritas terkait, termasuk Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat, serta terus berupaya memastikan pelayanan tetap berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Setelah dilakukan mediasi dan penyesuaian kebijakan, Bintang menyebutkan sekitar pukul 10.00 WITA aksi tersebut kemudian berakhir dan mereka diizinkan naik kapal untuk selanjutnya menyeberang ke Pelabuhan Ketapang. 

"Sekitar pukul 10.00 WITA mereka para sopir sudah diseberangkan. Saat ini, kondisi di pelabuhan telah berangsur terkendali. Tentunya kami akan melakukan evaluasi penyempurnaan pola operasional guna meningkatkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi masyarakat," tandasnya. 

Antrean Capai 5,8 Km

Sementara berdasarkan pemantauan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, ekor antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang untuk menuju Gilimanuk.

Antrean didominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama operator kapal lainnya mengoperasikan total 34 kapal. Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung 4 kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.

Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April 2026).

Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat. “Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Puncak arus balik tercatat pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.