TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Kecamatan Sempor saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Meski memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di tingkat kabupaten, Sempor justru menempati urutan kedua sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Bupati Lilis Nuryani menekankan bahwa tahun 2026 merupakan fase penguatan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Ia memastikan bahwa infrastruktur yang menyentuh ekonomi rakyat akan menjadi prioritas.
"Kita dorong kemajuan nyata di Sempor melalui perbaikan infrastruktur, di antaranya perbaikan jalan Jatinegara-Purbowangi, jalan Kalirejo-Kenteng, hingga pelebaran jembatan di wilayah pondok pada ruas Pagebangan-Somagede.
Ini adalah upaya kita memperbaiki aksesibilitas dan mendukung ekonomi masyarakat," tegas Bupati Lilis.
Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza menyoroti data kemiskinan Sempor yang memerlukan intervensi lintas sektor.
Ia berkomitmen mengawal aspirasi warga, termasuk program perlindungan perempuan dan anak melalui UPTD PPA.
Baca juga: Tak Ada WFH untuk ASN Banyumas, Sadewo Pilih Pangkas Biaya Perjalanan Dinas
dr. Reza Mardhika dari DPRD Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan, koordinasi dengan dinas terkait di provinsi telah dilakukan untuk menangani masalah lampu penerangan jalan dan titik-titik blank spot sinyal komunikasi di desa-desa terpencil seperti Donorojo.
"Sempor punya potensi besar, namun butuh kerja ekstra agar terlepas dari belenggu kemiskinan, "ujar dr. Reza.
Camat Sempor, Marlan, mengingatkan seluruh jajaran kepala desa dan perangkat desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia meminta agar birokrasi tidak berbelit-belit sehingga masyarakat merasa diayomi.