TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Timnas Indonesia harus mengubur mimpi menjadi kampiun FIFA Series 2026 setelah takluk 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38.
Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku menyayangkan hasil kekalahan tersebut.
Ia menilai skuad Garuda sebenarnya tampil mendominasi dan lebih baik dibandingkan Bulgaria, namun gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas.
“Performa malam ini kami bisa mengambil hal positif dari segi kolektivitas. Kami berkomitmen bermain secara fisik. Sayang kami kurang memanfaatkan peluang,” ujar John Herdman seusai laga.
“Bulgaria peringkat 88, tapi Timnas Indonesia bermain lebih baik. Selamat kepada Bulgaria yang memenangkan pertandingan. Mereka mampu menahan tempo dengan baik, dan itu menguntungkan mereka. Ini menjadi pelajaran, meski terasa menyakitkan,” lanjutnya.
Meski gagal meraih gelar, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa timnya masih dalam proses berkembang.
Ia meminta semua pihak untuk tetap melihat sisi positif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Kami sangat ingin menang dan membuat sejarah. Tapi jangan mengatakan sesuatu saat emosional. Kita harus berpikir jernih dan melihat hal positif terlebih dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, John Herdman turut menyoroti proses adaptasi tim terhadap sistem permainan baru yang masih membutuhkan waktu.
“Secara umum, ketika beralih dari sistem defensif, kami ingin menjadi tim yang lebih taktis di AFC dalam menghadapi tim-tim top. Kesenjangan itu butuh waktu,” katanya.
Keterbatasan waktu latihan turut jadi kendala skuad Garuda tampil maksimal.
Tak hanya itu, ada beberapa aspek teknis yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah kualitas umpan silang yang dinilai belum optimal.
“Ini baru dua kali sesi latihan, bahkan dilakukan di hotel dan basket hall. Para pemain sudah berusaha maksimal, mereka tidak mengeluh. Mereka fantastis, tapi memang butuh waktu,” ungkap eks pelatih Timnas Kanada tersebut
“Kami masih butuh waktu, termasuk peningkatan fisik di gym. Crossing juga belum maksimal, itu akan kami perbaiki melalui latihan,” pungkasnya.