Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Tumpukan sampah sepanjang 30 meter menggunung di lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Hinekombe, di Jalan Kehiran, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura selama hampir sepekan terakhir.
Pantauan Tribun-Papua.com, warga setempat masih membuang sampah hingga pukul 1.11 WIT, Senin (30/3/2026).
Menanggapi hal itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyebut penumpukan ini terjadi akibat kendala teknis pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Berdasarkan koordinasi dengan pihak dinas, operasional pengangkutan terhenti selama seminggu terakhir.
"Saya sudah telepon kepala dinas kenapa sampah terlalu banyak ada dua hal yakni bahan bakar dan armada yang rusak membuat tidak bisa memuat. Jadi dalam satu minggu ini setop," ujar Bupati Yunus di sela kegiatan menanam bibit sagu di Kampung Ifale.
Baca juga: Antrean Solar di Kota Jayapura, Sopir Bandingkan Pelayanan SPBU dengan Kabupaten Jayapura
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, menjelaskan armada pengangkut sampah biasanya melakukan pengisian solar di SPBU Hawai.
Namun, ia mengklaim stok solar yang belum tersedia menghambat operasional rutin.
Selain masalah BBM, Telenggen mengungkapkan kerusakan dua unit armada serta alat berat ekskavator di TPA Waibron memperburuk pelayanan sampah di wilayah Sentani.
Ia menyebutkan, tidak hanya di Jalan Kehiran, penumpukkan sampah juga terjadi di Jalan Hawai, jalan belakang Bandara Sentani, maupun di belakang Stadion Barnabas Youwe (SBY) mengalami kondisi serupa.
Kondisi sampah yang menumpuk di bahu jalan, ia mengaku kesulitan menaruh bak sampah karena warga telah lebih dulu membuang sampah.
Telenggen juga menyoroti bahwa sebagian warga tidak bersedia menaruh bak sampah disekitar pemukiman.
Hal ini diperparah oleh developer perumahan yang enggan menyiapkan lokasi untuk bak sampah sementara.
Padahal sesuai aturan seharusnya 40 persen wilayah pemukiman di perkotaan wajib menyiapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Jadi memang kita kerja keras lagi untuk menata sampah," ujarnya.
Meski demikian, Telenggen menyanggupi bahwa sebelum perayaan Paskah, petugas bakal kembali beroperasi untuk mengangkut sampah.
"Ini juga tergantung stok SPBU yang tersedia. SPBU juga tidak tersedia pas lebaran. Bupati sudah telepon dan kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak gereja supaya sebelum Paskah sampah sudah diangkat," katanya.
Baca juga: Penimbun Solar Tertangkap di Kota Jayapura, Pelaku Modif Tangki Mobil: Pantasan BBM Langka
Sementara itu, Manager SPBU Hawai Richardo, lewat panggilan telepon, membantah adanya kekosongan bahan bakar.
Ia menegaskan stok Solar, Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite tersedia setiap hari semenjak hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Richardo mengemukakan, di momen Hari Raya Natal dan Idul Fitri pihaknya tetap memastikan ketersedian stok BBM meskipun terjadi antrian dalam pengisian solar.
"[Solar] ada terus kok setiap hari. Antrian truk memang banyak karena hanya kita di Kabupaten Jayapura yang menjual solar. Setiap hari ada antrian," ujarnya.
Menurutnya, penjualan BBM mencapai 16 ton per hari dan pasokan dari Pertamina berjalan normal tanpa ada lonjakan pembelian yang berarti selama momen hari raya.
"Kalau beli di Pertamina 10 ton yah 10 ton. Kita habiskan lagi lalu buka lagi besoknya. Justru sepi di momen hari raya tidak ada lonjakan pengisian BBM," ungkapnya. (*)