TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (31/3/2026).
Provinsi Sulbar terdiri dari Pasangkayu, Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju Tengah.
Sedangkan suhu antara 21 hingga 29 derajat celcius dan kelembapan 71 hingga 99 persen.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek Selasa, 31 Maret 2026: Mayoritas Wilayah Hujan Ringan
Kabupaten Pasangkayu
Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–29 °C
Kelembapan: 72–99 persen
Kabupaten Mamuju
Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–28 °C
Kelembapan: 71–99 persen
Kabupaten Mamasa
Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 15–21 °C
Kelembapan: 83–99 persen
Kabupaten Polewali Mandar
Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–27 °C
Kelembapan: 78–98 persen
Kabupaten Majene
Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–24 °C
Kelembapan: 86–98 persen
Kabupaten Mamuju Tengah
Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–27 °C
Kelembapan: 72–99 persen
1. Pemantauan Cuaca Secara Berkala
Selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG untuk mengetahui prakiraan hujan lebat atau cuaca ekstrem lainnya. Pemantauan yang rutin akan memberikan peringatan dini yang sangat penting dalam menghadapii potensi bencana.
2. Pembersihan Saluran Drainase
Pastikan saluran air, selokan, dan sungai bebas dari sampah dan material yang menghambat aliran air. Saluran air yang terjaga kebersihannya akan mencegah banjir lokal dan genangan air yang merugikan.
3. Pembuatan Sumur Resapan dan Kolam Retensi
Bangun struktur yang dapat menampung dan menyerap air hujan, seperti sumur resapan atau kolam retensi. Hal ini akan mengurangi limpasan air hujan dan menekan risiko banjir, terutama di kawasan perkotaan.
4. Penanaman Vegetasi
Menanam pohon dan tanaman lainnya dapat membantu menyerap air hujan, mengurangi erosi, serta memperkuat struktur tanah. Hal ini efektif dalam mencegah longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah yang rentan.
5. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Tingkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi melalui program edukasi, pelatihan, dan simulasi bencana. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi bencana serta mampu mengambil langkah yang cepat dan tepat.
Baca juga: Mentan Amran Optimistis Kemarau Ekstrem El Nino Godzilla Tak akan Pengaruhi Stabilitas Harga Pangan
6. Pengembangan Sistem Peringatan Dini
Implementasikan sistem peringatan dini untuk bencana banjir dan tanah longsor. Sistem ini akan memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi atau tindakan pencegahan lainnya saat kondisi darurat terjadi.
7. Perencanaan Tata Ruang yang Berkelanjutan
Hindari pembangunan di daerah rawan bencana dan terapkan peraturan zonasi yang mempertimbangkan risiko bencana dalam perencanaan kota. Tata ruang yang baik akan mengurangi risiko kerugian akibat bencana.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan kita dapat lebih siap menghadapi musim hujan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan kesiapsiagaan yang baik adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana yang mengancam di setiap musim hujan.
(Tribunnews.com/Endra)