Angklung Bambu Produksi Warga Jepara Berhasil Menembus Pasar Eropa
Untung SofaMaulana March 31, 2026 08:42 AM

- Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, pasti kerap dikenal dengan hasil ukiran kayunya hingga ke mancanegara, ternyata tak hanya ukirnya saja.

Ada pun pengrajin bambu yang juga sempat mengirimkan hasil kerajinannya sampai ke pasar Internasional.

Satu di antaranya, Hesti Prasetya (40) warga Desa Bandengan RT 10 RW 3, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Pria yang saat ini juga sebagai guru seni musik di SMPN 6 Jepara ini, ternyata memiliki kerajinan bambu yang telah dirintis sejak tahun 2014 sampai sekarang di kediamannya.

Awal mula menekui kerajinan yang diberikan nama Carang Pakang ini, cukup menarik.

Ia mengatakan bahwa mulai menekuni kerajinan bambu, ketika saat ingin menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2009.

Niatan ingin segera menyelesaikan penelitian skripsi yang tak kunjung di setujui oleh Dosennya.

Waktu itu, Prasetya mendapatkan informasi dari temannya bahwa ada alat musik Krumpyung yang ada di Kulonprogo hampir punah.

Mendapatkan informasi itu pun, Prasetya pun bergegas ke lokasi untuk mencari informasi tersebut.

Sampai disana, ia bertemu dengan satu diantara pembuat alat musik Krumpyung.

Meminta ijin untuk melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhirnya, di perbolehkan oleh Mbah Sumitro pembuat alat musik krumpyung.

Namun waktu diperbolehkan oleh Mbah Sumitro, Prasetya diberikan syarat untuk tidak hanya membuat penelitian saja.

Tapi harus membuat dan melestarikan alat musik krumpyung yang terbuat dari bambu itu.

Tak ingin pikir panjang, Prasetya pun mensetujui permintaan Mbah Sumitro.

Dengan berbekalkan ilmu dari Mbah Sumitro, Prasetya akhirnya memulai produksi alat musik bambu sendiri pada tahun 2014.

Ketika diawal membuat alat musik angklung yang berbahan dasar bambu itu, Prasetya mengaku baru dipakai mandiri.

Pada tahun 2015, Prasetya mulai mendapat pesanan alat musik bambu. 

Tahun berikutnya 2016, sudah semakin di kenal.

Pesanan Prasetya yang diterima semakin banyak dan berkembang tidak hanya alat musik saja. 

Mulai dari Kursi, Meja, Pendapa, Lonceng bambu, kentongan, egrang, kap lampu, gelas bambu, payung, dipan bambu, bakiak, kentongan.

Sementara alat musik yang berasal dari bambu, berhasil di buat Prasetya di antaranya, Almubam (alat musik bambu) yang terdiri dari Saron bambu, Chord bambu, Bass bambu, Gambang bambu, Celo bambu, dan Calung gantung. 

Alat musik yang ia produksi, biasanya banyak dipesan oleh sesama guru seni seperti dari Pati, Demak, Jogja, bahkan pernah juga dari Kepulauan Bangka Belitung. 

Selain itu juga dari beberapa sanggar seni. 

Sementara untuk harga kata Prasetya, cukup relatif dari puluhan ribu hingga sampai ratusan ribu, kadang juga sampai jutaan rupiah.

Meski telah berhasil membuat kerajinan bambunya sampai ke manca negara, Prasetya tidak pernah meminta ataupun mendapatkan bantuan dari Pemerintah daerah.

Usahanya memang dirintis dengan usaha prasetya secara mandiri.

Ia menyampaikan bahwa ketika awal menekuni kerajinan bambu ini, Prasetya harus mencari bambu di sekitaran rumahnya terlebih dahulu.

Namun sekarang Prasetya lebih memilih untuk membeli.

Dia menambahkan untuk bisa mendapatkan hasil kerajinannya langsung saja pesan ke media sosial Facebook Pras Armet ataupun datang kediamannya yang berada di Desa Bandengan RT 10 RW 3, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Program: Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #umkm #kerajinan #angklung #kerajinanabambu #jepara #bandengan #ekspor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.