Kronologi Warga Mateng Tenggelam di Muara Mess-Patulana, Jasad Ditemukan Mertua di Dasar Sungai
Abd Rahman March 31, 2026 09:45 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kronlogi seorang warga bernama Adi ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan muara Mess-Patulana, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (30/3/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Adi hendak berkunjung ke rumah keluarganya di Dusun Gatta, Desa Babana.

Saat itu korban menggunakan jasa rakit penyeberangan atau pincara untuk menyeberang dari Desa Budong-budong menuju Desa Babana.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Selasa 31 Maret 2026, Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan

Baca juga: Cucu dan Saudara Nenek di Polman Bertengkar Gara-gara Harta Benda Didamaikan Aparat dan Kepala Dusun

Namun ketika berada di tengah penyeberangan, sepeda motor yang berada di atas pincara tiba-tiba rebah.

Kondisi itu membuat korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke muara sungai.

Arus dan luasnya perairan muara membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya dinyatakan tenggelam.

Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Dantim Basarnas Mamuju, Devis, mengatakan pencarian difokuskan di sekitar area muara tempat korban dilaporkan terjatuh.

Tim melakukan penyisiran di area perairan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Korban pertama kali ditemukan oleh mertuanya sendiri yang turut menyelam ke dasar sungai dalam proses pencarian.

Jasad korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal saat ia terjatuh dari pincara.

Setelah berhasil ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Tumbu untuk disemayamkan.

Penyeberangan Mess-Patulana

Penyeberangan Mess-Patulana berada di kawasan pesisir yang menghubungkan Desa Budong-budong dan Desa Babana.

Berdasarkan data peta digital, lokasi tersebut berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah di Topoyo.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun-Sulbar.com, penyeberangan ini kerap digunakan warga setempat untuk aktivitas sehari-hari.

Meski tersedia jalur darat sebagai alternatif, jaraknya cukup jauh sehingga banyak warga memilih menggunakan rakit penyeberangan atau pincara untuk menyeberangi muara tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.