Madura United Hadapi Krisis di Zona Degradasi, Fokus 9 Laga Akhir
Andre Rizal Hanafi March 31, 2026 11:21 AM
Performa Madura United FC di ajang BRI Super League 2025/2026 kian mengkhawatirkan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab kini resmi masuk zona degradasi setelah menempati peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.
 
Jumlah poin tersebut sebenarnya sama dengan Persis Solo. Namun, Madura United harus rela berada di bawah karena kalah dalam rekor head to head di super league musim ini.
 
Situasi ini semakin rumit buat Madura United karena Semen Padang FC juga mengoleksi poin yang sama. Sedangkan PSBS Biak hanya terpaut dua angka di klasemen sementara super league.
 
Manajer tim Madura United Umar A. Wachdin menegaskan, timnya tidak akan menyerah begitu saja. Masih ada peluang besar untuk keluar dari zona merah dengan memaksimalkan sembilan laga tersisa musim ini.
 
”Target kami jelas, bangkit di sisa pertandingan. Ini sudah menjadi perhatian serius dari presiden klub,” ujar Umar, Senin (30/3) dikutip dari ileague.id.
 
Dalam upaya memperbaiki performa, manajemen mengambil langkah konkret dengan mencari pelatih baru untuk menggantikan posisi sebelumnya. Saat ini, tim masih dipimpin pelatih sementara Coach RB sambil menunggu sosok pelatih definitif.
 
Madura United sebenarnya hampir mencapai kesepakatan dengan Joel Cornelli, eks pelatih Arema FC. Namun, rencana tersebut batal terealisasi, sehingga pencarian pelatih baru masih terus berlanjut.
 
Di sisa musim, tantangan berat sudah menanti. Madura United akan menghadapi sejumlah tim kuat seperti Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya.

Selain itu, mereka juga dijadwalkan bertemu Dewa United Banten FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Jogjakarta, hingga PSM Makassar.
 
Presiden klub Achsanul Qosasi sebelumnya telah menyerukan semangat kebangkitan kepada seluruh elemen tim. Dia berharap Madura United mampu keluar dari tekanan dan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
 
”Ayo bangkit bersama. Jika kami takut mengambil peluang, kesempatan akan hilang. Tapi jika berani, peluang bisa jadi kenyataan,” tegas Achsanul Qosasi.
 
Dengan kondisi klasemen yang masih sangat ketat, setiap pertandingan akan menjadi penentu. Madura United dituntut tampil konsisten jika ingin menjaga asa bertahan di liga.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.