Jakarta (ANTARA) - Basarnas memastikan sebanyak 21 penumpang Kapal Nazila 05 yang tenggelam di perairan Maluku Utara ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa seluruh korban telah ditemukan pagi ini pukul 08.24 Wita setelah sebelumnya dilaporkan hilang dan estimasinya tiba pukul 21.00 Wita.
“Dari data awal 27 orang yang dilaporkan berangkat, ternyata hanya 21 orang yang berada di kapal. Seluruhnya (21 orang itu) sudah ditemukan dalam kondisi selamat,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa para korban akan dievakuasi menggunakan KN SAR 216 milik Kantor SAR Gorontalo untuk dibawa ke Gorontalo, mengingat sebagian besar penumpang berasal dari wilayah Sulawesi Utara.
Insiden tersebut terjadi di perairan bagian utara Pulau Taliabu, Maluku Utara, saat kapal bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Sulawesi Utara, Minggu (29/3) sore.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Basarnas Pusat kapal mengalami kerusakan pada bagian haluan akibat cuaca buruk sebelum akhirnya tenggelam pada Senin (30/3) sekitar pukul 04.00 WIT.
Sebelum kapal tenggelam, nahkoda sempat menghubungi pemilik kapal untuk melaporkan kondisi darurat, dan seluruh penumpang melakukan evakuasi mandiri menggunakan perahu kecil (long boat).
Kapal tersebut dalam laporan pertama bermuatan 27 orang penumpang termasuk nahkoda, namun ketika dikonfirmasi tim Kantor SAR Palu enam orang di antaranya batal berangkat.
Tim SAR kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian, di antaranya menggunakan KN SAR Bhisma dari Luwuk dan RB 216 dari Gorontalo.
Basarnas memastikan operasi SAR berjalan lancar dan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.





