TRIBUNBATAM.id - Tragedi maut menimpa seorang staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Maria Simaremare (38).
Maria ditemukan tewas di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan, Sumatera Selatan, pada Selasa 24 Maret 2026.
Ternyata Maria dibunuh oleh kekasihnya bernama Suharlan (34) yang kini sudah menyerahkan diri dan ditetapkan menjadi tersangka.
Suharlan seorang buruh asal Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), sudah dua tahun menjalin hubungan asmara dengan Maria.
Maria merupakan warga Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Ia merantau ke OKU Selatan untuk bekerja sebagai Staf Sekretariat Bawaslu.
Pengakuan Pelaku
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston Sinaga mengonfirmasi penangkapan pelaku pembunuhan.
AKP Aston juga membeberkan barang bukti berupa satu handphone merk Oppo A95 warna putih yang merupakan milik korban.
Sedangkan dompet warna merah muda milik korban juga sempat diletakkan oleh pelaku di atas cor dak masjid kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Dompet tersebut berisi KTP, SIM, uang Rp 700 ribu dan kartu ATM atas nama korban.
“Sedangkan untuk sepeda motor Honda Beat warna putih beserta STNK dan BPKB, serta satu unit laptop Asus warna abu-abu milik korban disimpan pelaku disalah satu rumah kosong di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU,” kata AKP Aston, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan karena pelaku tersinggung dengan korban.
Keduanya sempat terlibat pertengkaran di lokasi kejadian sehingga menyebabkan korban tewas di bunuh.
Suharlan pun kemudian mencekik korban dengan tangan kosong.
Tak berhenti di situ saja, Suharlan juga menggorok leher korban hingga hampir putus menggunakan pisau dapur.
“Pelaku kemudian membersihkan diri dari darah dan langsung kabur menggunakan sepeda motor korban, serta membawa barang miliknya yang lain. Motifnya sejauh ini karena tersinggung dengan ucapan korban,”ujarnya.
Jenazah korban kemudian ditemukan tewas dalam rumah kontrakannya yang berada di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.
AKP Aston Sinaga mengatakan, kejadian itu terungkap saat tetangga korban yang menaruh curiga lantaran korban tak kunjung keluar dari rumah sejak Selasa (24/3/2026).
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, tetangga korban pun langsung masuk ke dalam dan menemukan MS sudah dalam kondisi tewas.
“Korban pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” kata Aston, Minggu (29/3/2026).
Jejak Suharlan juga sempat terlihat oleh salah satu saksi saat mengunci rumah dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor korban.
Baca juga: Tampang Suharlan Tersangka Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan, Sempat Nginap di Rumah Korban
Sosok Maria
Maria tinggal di rumah kontrakan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan sekaligus tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan.
Selama bekerja sebagai Staf Bawaslu OKU Selatan, Maria dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi.
Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, mengaku merasakan kepedihan dengan kabar duka tersebut.
Ahmad Naafi menyebut Maria sebagai sosok pegawai yang rendah hati dan tanggung jawab.
“Kami sangat kehilangan. Almarhumah dikenal sebagai pribadi yang baik, rendah hati, dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas,”ujarnya.
Maria Simaremare memiliki komitmen yang kuat terhadap pekerjaannya tersebut.
“Beliau sudah cukup lama mengabdi dan memilih menetap di sana. Itu menunjukkan komitmen beliau untuk terus berkontribusi bagi daerah,”pungkasnya.
Sebenarnya Maria berencana tidak pulang kampung ke Bagan Batu saat Lebaran dan tetap menjalankan tugas di wilayah tersebut.
Tak disangka, Maria malah menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.
Ahmad Naafi besereta Bawaslu Sumsel berhadap kasus ini diusut tuntas dan berjalan seadil-adilnya.
“Kami berharap kasus ini segera tentuas dan berjalan adil,”ujarnya.
Bawaslu Sumsel juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan almarhumah serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Jenazah Maria Simaremare telah dibawa ke kampung halamannya di Bagan Batu, Rokan Hilir, Riau.
Hasil Autopsi Korban
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik, terdapat luka yang bervariasi pada tubuh korban.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pada pemeriksaan luar ditemukan korban mengalami memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga.
"Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi," ujar Nandang.
"Terdapat juga bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan," imbuhnya.
Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat.
Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.
Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.
Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.
Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.
"Setelah diautopsi, jenazah dikembalikan ke keluarganya," katanya.
Kombes Nandang menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.
Fakta Utama tentang kematian Maria Simaremare:
Kronologi Singkat:
(TribunBatam.id)