Penataan Dimulai dari Sosialisasi, Fungsi Lapangan Merdeka Toboali Dipastikan Tetap Aman
Ardhina Trisila Sakti March 31, 2026 03:23 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan penataan Lapangan Merdeka Toboali akan diawali dengan tahapan sosialisasi kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas warga tetap terakomodasi dalam rencana penataan.

Lapangan yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga dan ekonomi tersebut dipastikan tidak akan berubah fungsi. Penataan difokuskan pada peningkatan kerapian dan kenyamanan kawasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengatakan sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan proyek dimulai. 

Pemerintah ingin melibatkan masyarakat mengingat tingginya aktivitas di kawasan tersebut. Berbagai kegiatan seperti olahraga dan usaha mikro menjadi perhatian dalam proses ini.

“Saat ini memang sedang tahap perencanaan. Sebelum pengerjaan akan ada sosialisasi kepada masyarakat,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (31/3/2026).

Menurut Elfan Rulyadi, penataan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga pengelolaan aktivitas di dalamnya.

Paling penting penataan yang dilakukan tidak akan menghilangkan fungsi utama Lapangan Merdeka sebagai ruang publik. 

Pemerintah hanya akan melakukan penyesuaian tata ruang agar lebih tertib tanpa mengganggu aktivitas yang sudah berjalan. Hal ini termasuk memastikan masyarakat tetap dapat menggunakan lapangan untuk berolahraga.

Ia menjelaskan, fokus dalam penataan adalah perbaikan area lapangan sepak bola yang saat ini dinilai belum memenuhi standar. Namun demikian, fungsi olahraga tetap dipertahankan meski akan ada penyesuaian pada tata letaknya. Penataan dilakukan berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya.

“Secara fungsi tidak menghilangkan fungsi awal dari Lapangan Merdeka. Jadi fungsi lapangan bola itu tidak seperti lapangan bola yang luas, namun akan kita tata kembali,” beber Elfan Rulyadi.

Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat seperti pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga akan menjadi bagian dari penataan. Pemerintah berupaya menata keberadaan pedagang agar lebih rapi tanpa mengurangi peluang usaha. Dengan demikian, kawasan tetap hidup namun lebih tertib dan nyaman.

Penataan Lapangan Merdeka juga direncanakan terintegrasi dengan kawasan Himpang Lima Habang. Meski terhubung, kedua kawasan akan memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Simpang Lima tetap difokuskan pada sektor pariwisata, sementara Lapangan Merdeka menjadi ruang aktivitas masyarakat.

“Kalau fokus Himpang Lima Habang terhadap pariwisata, kalau Lapangan Merdeka fokus penataan dan tidak mengganggu fungsi aslinya,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih berada pada tahap perencanaan teknis sebelum memasuki proses sosialisasi. Anggaran sebesar Rp3 miliar telah disiapkan untuk mendukung program penataan tersebut.

Tahapan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil komunikasi bersama masyarakat. Melalui penataan ini, pemerintah berharap Lapangan Merdeka tetap menjadi ruang publik yang nyaman bagi seluruh kalangan. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, diharapkan hasil penataan dapat sesuai dengan kebutuhan warga.

“Harapan kami tentunya masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan kondisi lebih baik,” ujar Elfan Rulyadi.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.