TRIBUNPEKANBARU.COM - Duka menyelimuti jajaran Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak. Salah satu anggotanya, Muharmizan (40), meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Bengkalis, Riau.
Kepala Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut almarhum wafat ketika masih berada di lokasi penugasan bersama tim, tepatnya usai makan malam di aula desa.
“Innalillahi wainnailaihi roji’un. Kami kehilangan salah satu personel terbaik. Almarhum wafat saat menjalankan tugas negara dalam upaya pemadaman Karhutla,” kata Ihsan, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, Muharmizan berangkat bersama tim menuju lokasi kebakaran di Pulau Bengkalis pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan upaya pemadaman.
Keesokan harinya, Senin, 30 Maret 2026, almarhum kembali melanjutkan kegiatan pemadaman sejak pukul 07.30 WIB hingga sore hari.
“Sekitar pukul 17.30 WIB, kegiatan pemadaman selesai. Tim kemudian kembali ke aula desa untuk beristirahat,” jelas Ihsan.
Pada malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, almarhum sempat makan bersama rekan-rekannya.
Namun tak lama kemudian, sekitar pukul 19.40 WIB, Muharmizan tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk bersama tim.
Baca juga: Angka Pengangguran di Kota Pekanbaru Naik Jadi 5,24 Persen
Baca juga: Polres Kuansing Tertibkan Aktivitas PETI di Dua Kecamatan, Empat Rakit Dibakar Petugas
Rekan-rekan almarhum langsung memberikan pertolongan dan berencana membawanya ke rumah sakit. Petugas Puskesmas yang dipanggil ke lokasi kemudian menyatakan bahwa almarhum telah meninggal dunia.
“Tidak ada keluhan sebelumnya. Selama bertugas, beliau dalam kondisi baik,” ungkap Ihsan.
Jenazah almarhum kemudian dibawa menggunakan ambulans dari Desa Palkun menuju rumah duka di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.
Ihsan menyebut, almarhum merupakan sosok yang telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun di Manggala Agni Siak. Dedikasi dan ketulusannya dalam bekerja menjadi kenangan mendalam bagi rekan-rekannya.
“Beliau dikenal sebagai pribadi yang baik, tulus, dan tenang. Dalam setiap tugas, selalu hadir tanpa mengeluh, bahkan dalam kondisi paling berat sekalipun,” ujarnya.
Selain itu, Muharmizan juga dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Atas nama keluarga besar Manggala Agni, kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Ihsan. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)