Dosen Teknik Elektro UBD Raih Penghargaan Lewat Inovasi GreenLend dalam Digital Innovation Challenge
Sri Hidayatun March 31, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG — Akhmad Khudri, Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Bina Darma Palembang berhasil meraih Global Innovation Recognition Award dalam ajang Digital Innovation Challenge (DIC) 2025 yang diselenggarakan oleh Duke Kunshan University bekerja sama dengan New York University Shanghai.

Kompetisi internasional ini mengangkat tema inovasi di bidang keuangan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan keberlanjutan (sustainable finance), dengan ratusan peserta dari berbagai negara.

Dalam tahap awal, proyek yang dikembangkan oleh Akhmad Khudri, yaitu GreenLend Micro, berhasil meraih peringkat pertama dari 176 peserta pada jalur internasional, dengan skor evaluasi yang tinggi pada aspek feasibility, innovation, ethical design, dan technical implementation.

Kompetisi ini sendiri berlangsung dari bulan November 2025 hingga Maret 2026.

GreenLend Micro merupakan sebuah platform microfinance berbasis AI yang dirancang untuk menjawab permasalahan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal.

Berangkat dari fakta bahwa lebih dari 1,4 miliar orang di dunia masih mengalami keterbatasan akses terhadap sistem keuangan, GreenLend hadir dengan pendekatan yang berbeda: bukan hanya mempercepat transaksi, tetapi membuka akses yang lebih luas, transparan, dan manusiawi.

Salah satu inovasi utama dalam GreenLend adalah penggunaan antarmuka berbasis suara (voice-first), yang memungkinkan pengguna mengajukan pinjaman hanya melalui percakapan singkat, tanpa perlu mengisi formulir yang rumit.

Sistem ini didukung oleh teknologi AI yang mampu mengekstraksi lebih dari 25 parameter data secara otomatis, kemudian mengolahnya menjadi skor kredit yang transparan.

Selain itu, GreenLend juga mengintegrasikan konsep ethical finance melalui fitur “rejection with dignity”, yaitu mekanisme penolakan pinjaman yang disertai dengan rekomendasi perbaikan yang jelas dan terukur, sehingga pengguna tetap mendapatkan arah untuk meningkatkan kelayakan finansialnya di masa depan.

Dalam pengembangannya, GreenLend dibangun di atas arsitektur blockchain yang memungkinkan pencatatan transaksi secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi, serta mendukung integrasi sistem pembayaran multi-jalur (multi-rail), baik melalui platform konvensional maupun teknologi Web3.

Setelah melalui proses seleksi tahap pertama, sepuluh tim terbaik melaju ke tahap lanjutan (Stage 2), yang berlangsung selama lebih dari dua bulan dan melibatkan sesi mentoring bersama para profesional industri.

Pada tahap ini, pengembangan GreenLend difokuskan pada peningkatan fitur, termasuk integrasi voice AI, penyempurnaan sistem penilaian kredit berbasis keberlanjutan (SDGs), serta penguatan pengalaman pengguna.

Baca juga: Dosen Prodi Sistem Informasi S-1 UBD Terbitkan Buku Pemrograman Berorientasi Objek Dengan Dart

Berdasarkan hasil evaluasi akhir, GreenLend kembali memperoleh penilaian yang kuat dengan total skor 76/100, serta direkomendasikan sebagai proyek yang layak ditampilkan dalam main showcase kompetisi.

Puncaknya, proyek ini dinobatkan sebagai peringkat pertama untuk kategori tim internasional, sekaligus menerima penghargaan Global Innovation Recognition Award.

Akhmad Khudri menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang proses pembelajaran dalam merancang sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“GreenLend kami bangun bukan sekadar sebagai aplikasi, tetapi sebagai infrastruktur keuangan yang mengedepankan transparansi, aksesibilitas, dan martabat pengguna. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk membuka peluang, bukan justru mempersempit akses,” ujarnya.

Ke depan, GreenLend direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut sebagai platform yang tidak hanya melayani pembiayaan mikro, tetapi juga mendukung ekosistem pembayaran, perdagangan lintas negara, serta integrasi layanan keuangan berbasis API untuk pelaku usaha kecil dan menengah.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.