SURYA.co.id, JOMBANG - Banjir melanda Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, akibat luapan Afvoer Watudakon yang tak mampu menampung debit air tinggi, Selasa (31/3/2026).
Ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam sejak sepekan terakhir, mengganggu aktivitas warga.
Curah hujan yang terus turun membuat genangan belum surut, sementara BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Kepala Desa Carangrejo, Supriadji, mengatakan banjir melanda beberapa dusun dengan dampak yang cukup luas.
Baca juga: Apel Perdana Usai Lebaran 2026, Kapolres Jombang Sampaikan Pesan Ini
Di Dusun Kedungmulyo, sekitar 22 hektare sawah terendam dan berdampak pada 49 rumah warga.
"Air berasal dari luapan Afvoer Watudakon yang mengalir ke Afvoer Plosorejo, diperparah intensitas hujan yang tinggi," ucapnya kepada SURYA.co.id, Selasa (31/3/226).
Sementara itu, di Dusun Kandangan, genangan dilaporkan lebih luas dengan sekitar 40 hektare sawah terendam dan 90 rumah warga terdampak.
Aliran air dari Afvoer Watudakon disebut mengarah ke Afvoer Rembugwangi sebelum akhirnya masuk ke Afvoer Plosorejo.
Banjir juga terjadi di Dusun Cangkringmalang dengan luasan genangan mencapai sekitar 37 hektare serta merendam 62 rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menyampaikan hingga saat ini genangan masih belum surut karena hujan masih terus terjadi.
"Genangan masih ada karena curah hujan belum berhenti," katanya.
Ia menjelaskan, meluapnya Afvoer Watudakon menjadi penyebab utama banjir lantaran tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
Waspada Banjir Susulan
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Potensi hujan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, kami imbau masyarakat tetap waspada," pungkasnya.