Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG----Warga Kabupaten Manggarai Timur mengeluh hasil bumi/hasil pertanian mereka seperti kakao, cengkeh dan kemiri menurun drastis.
Henderikus Doni, Warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 31 Maret 2026, mengatakan tanaman kakao/coklat miliknya mengalami produksi hasil yang menurun secara drastis. Hal ini ini dikarena buah kakao mengalami busuk saat buah kakao sudah memasuki usia matang.
Hendrikus mengatakan, penyakit itu ada obatnya, namun karena keterbatasan ekonomi, ia tidak bisa membeli obat untuk membasmi penyakit tersebut. Karena itu, selama ini ia hanya mengandalkan obat tradisional untuk membasmi penyakit itu, namun tidak mempan.
"Saya punya biasa panen sampai 20 kg lebih, tapi kali ini sedikit sekali, ini karena penyakit ini," ujarnya.
Baca juga: Waspada Banjir Rob di Pesisir Pulau Flores-Alor NTT 1-8 April 2026
Selain itu, kata Hendrikus, harga kakao sangat menurun drastis. Kini harga kakao hanya Rp 30.000/kg, sedangkan harga sebelumnye mencapai Rp 100.000/kg.
Karena itu, Hendrikus berharap agar informasi ada rencana kenaikan harga BBM perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah dan pihak Pertamina.
"Harapan kami agar kalau betul informasi ada kenaikan harga BBM itu, perlu dipertimbangkan kembali untuk bisa dibatalkan karena posisi kami sudah sulit ditambahkan lagi harga BBM naik, tentu ini sangat menderita bagi kami,"ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh warga lainya, Mikael Abel. Ia mengaku bukan hanya kakao, tetapi cengkeh juga mengalami penurunan hasil produksi, begitu juga harga juga ikut menurun dari biasanya Rp 100.000/kg.
"Tahun ini juga cengkeh tidak berbuat, kami tidak tahu lagi masalahnya apa, sementara kakao dan kemeri juga menurun drastis karena penyakit. Sehingga kalau betul informasi bahwa ada kenaikan harga BBM saya berharap perlu dipertimbangkan kembali untuk kami masyarakat kecil ini,"Ujar Mikael.
Stok BBM Normal di SPBU Kota Ndora
Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Selasa siang di SPBU Kota Ndora Borong, terpantau belasan kendaraan mobil dan sepeda motor yang menggunakan BBM jenis pertalite dan pertamax sedang antri untuk mengisi oleh petugas di SPBU itu. Sedangkan di bagian pelayanaan BBM jenis solar tidak ada aktivitas pelayananan.
"Pokonya soal BBM di SPBU kita ini untuk sementara masih aman,"ujarnya singkat. (rob)