Puasa Syawal 2026 Berakhir Kapan? Ini Batas Waktu Lengkap dengan Tata Cara Pelaksanaannya
Vega Dhini March 31, 2026 05:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Umat muslim telah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 lalu.

Memasuki bulan Syawal, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal setelah berpuasa wajib di bulan Ramadan.

Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal, atau satu hari setelah sholat Idul Fitri pada 1 Syawal.

Berdasarkan keputusan pemerintah yang menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, maka puasa syawal sudah bisa dilakukan mulai 22 Maret lalu.

Batas waktu puasa Syawal adalah sampai hari terakhir bulan Syawal, yaitu tanggal 30 Syawal, atau 29 jika bulan Syawal tahun tersebut berjumlah 29 hari.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, akhir bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 18 April 2026 mendatang.

Jadi, umat muslim masih memiliki cukup waktu untuk melaksanakan puasa Syawal.

Puasa Syawal sendiri disunnahkan dilakukan sebanyak enam hari.

Amalan ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi salah satu bentuk penyempurna ibadah puasa Ramadan.

Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Hal ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah dari puasa Syawal di sisi Allah SWT.

Dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)

Tata Cara Puasa Syawal Sesuai Sunnah

Bagi yang hendak melaksanakan puasa Syawal, berikut ini bacaan niat dan tata cara puasa Syawal yang bisa dilafalkan seperti dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional.

"Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min Syawwaal sunnatan lillaahi ta'aala."

Artinya: Saya niat puasa besok dari enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala.

Untuk mendapatkan pahala maksimal, penting bagi umat Islam memahami tata cara melaksanakan niat puasa Syawal sesuai tuntunan Rasulullah.

Meski hukumnya sunnah, puasa Syawal tetap harus dilakukan dengan adab dan tata cara sebagaimana puasa lainnya dalam Islam.

Langkah pertama tentu adalah menetapkan niat puasa Syawal setiap malam atau sebelum tergelincir matahari, seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Tanpa niat yang benar, ibadah puasa tidak akan sah di sisi Allah SWT. Maka dari itu, niat menjadi fondasi utama.

Langkah kedua adalah memastikan bahwa seseorang telah menyelesaikan kewajiban puasa Ramadan secara penuh, termasuk mengqadha jika ada puasa yang tertinggal karena uzur.

Ulama berbeda pendapat, tetapi sebagian besar menyarankan agar qadha Ramadan diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai niat puasa Syawal.

Selama melaksanakan puasa Syawal, menjaga adab seperti menghindari ghibah, perkataan kotor, dan hal-hal yang membatalkan puasa sangat dianjurkan.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dan menjaga lisan serta perbuatan agar tidak melanggar syariat.

Membiasakan diri untuk melafalkan niat puasa Syawal dengan penuh keikhlasan dan menghadirkan rasa cinta kepada sunnah Rasulullah dapat memperkuat semangat dalam mengamalkannya.

Karena amalan sunnah yang dilakukan secara konsisten akan menjadi pembuka keberkahan hidup dan memperkuat iman.

Menjaga konsistensi selama enam hari juga merupakan tantangan tersendiri.

Maka, menetapkan jadwal pribadi untuk niat puasa Syawal di awal bulan bisa menjadi solusi agar tidak terlewat.

Misalnya dengan memilih hari Senin dan Kamis secara berturut-turut atau menyelingi hari-hari kosong dengan ibadah lain yang mendukung spiritualitas.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.