Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bertahap menangani hilangnya lintasan penyeberangan pejalan kaki (zebra cross) akibat pemeliharaan jalan di kawasan Tebet.

"Info terbaru dari Dinas Bina Marga sudah dikerjakan semalam. Kami apresiasi langkah cepat yang diambil dalam menanggapi aspirasi warga," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ali mengatakan penanganan zebra cross Jalan Prof DR Soepomo, Tebet yang hilang sudah dalam tahap pengerjaan.

Untuk memastikan proses berjalan lancar, lanjut Ali, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan juga terus melakukan pemantauan proses pengerjaan hingga nantinya selesai sesuai yang ditargetkan Dinas Bina Marga.

"Ke depan, kami akan terus melakukan pemantauan dan percepatan pekerjaan agar seluruh titik penyeberangan dapat segera dimanfaatkan masyarakat secara optimal," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Muhammad Arsyad mengapresiasi penaatan jalan dengan membuat "zebra cross" yang lebih layak bagi pejalan kaki, terutama di depan Kampus Sahid yang memang setiap harinya mobilitas orang menyeberang cukup tinggi.

"Mudah-mudahan semuanya dirapikan lagi seperti ini agar pejalan kaki juga semakin aman dan nyaman saat menyeberang," ucap Arsyad.

Dinas Bina DKI Jakarta menyelesaikan penataan dua fasilitas penyeberangan (zebra cross) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.

Sebanyak lima titik penyeberangan di koridor Pancoran menuju Tebet menjadi fokus pekerjaan ini.

Hingga Selasa ini, pengerjaan marka penyeberangan telah diselesaikan di dua lokasi, yakni di depan Universitas Sahid dan di seberang Sekolah Kinderfield arah Tebet.

Pengerjaan ini dilakukan dengan menghadirkan zebra cross permanen yang memenuhi standar teknis keselamatan dengan tetap mempertimbangkan kondisi eksisting di lapangan.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memastikan fasilitas publik yang aman, nyaman, dan berfungsi optimal bagi seluruh pengguna jalan.

Adapun belum tersedianya fasilitas penyeberangan di beberapa titik sebelumnya merupakan dampak dari kegiatan pemeliharaan jalan serta peningkatan trotoar pada akhir 2025 yang menyebabkan marka lama tertutup lapisan aspal.

Kondisi cuaca juga mempengaruhi proses pengerjaan di lapangan.