Kasus Suspek Campak di Lampung Tembus 591, Dinkes Imbau Warga Tak Panik
Kiki Novilia March 31, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak panik berlebih dengan tingginya angka temuan suspek campak di Bumi Ruwa Jurai.

Seperti diketahui, berdasarkan data resmi yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga 30 Maret 2026 kasus suspek campak melonjak drastis menembus angka 591 suspek dengan 52 kasus positif.

Angka ini melonjak dua kali lipat jika dibandingkan dua tahun belakangan, di mana sepanjang tahun 2025 terdapat 500 kasus suspek, dan pada tahun 2024 terdapat 347 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr Edwin Rusli, mengungkapkan bahwa sebaran spesimen yang positif saat ini sudah meluas ke delapan kabupaten/kota.

"Sampai tanggal 30 Maret 2026 hasil pemeriksaan laboratorium rujukan nasional pada spesimen tersangka campak yang telah dikirimkan dan diperiksa diperoleh hasil ada 52 kasus campak positif tersebar di 8 kabupaten kota," ujar Edwin Rusli, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Ada 169 Kasus Campak, Pemkot Bandar Lampung Jemput Bola Imunisasi Balita

Dari pemetaan wilayah yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan, Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah penyumbang kasus positif terbanyak sejauh ini dengan 15 kasus.

Kabupaten Lampung Utara menyusul dengan 10 kasus, Kota Metro 9 kasus, Kabupaten Pringsewu 8 kasus, dan Tanggamus 7 kasus.

Sementara Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji masing-masing terdapat satu kasus.

Angka ini diprediksi masih dapat bergerak dinamis proses uji laboratorium untuk wilayah lainnya masih berlangsung di tingkat pusat.

"Sampai tanggal 30 Maret 2026 masih ada 7 kabupaten dan kota yang belum keluar hasil pemeriksaan spesiment tersangka campak dari Laboratorium Rujukan Nasional," jelas Edwin.

Meski demikian, Edwin memastikan bahwa ketersediaan vaksin campak di tingkat provinsi maupun daerah masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Stok vaksin campak di instalasi farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sampai dengan tanggal 30 Maret 2026 sebanyak 189.600 dosis, di mana stock vaksin ini cukup untuk 2 bulan ke depan," ujar Edwin Rusli, Selasa (31/3).

Sementara itu, di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung, stok yang tersedia saat ini berjumlah 23.640 dosis.

Untuk menjaga rantai pasok di tingkat bawah agar tidak terputus, Dinas Kesehatan Provinsi menerapkan sistem distribusi berkala setiap bulannya. 

Selain distribusi internal, pihak dinkes juga terus menjalin komunikasi aktif dengan Kementerian Kesehatan RI guna mengusulkan pemenuhan kebutuhan stok vaksin di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.