Aksi Berani Walpri Wali Kota Bandar Lampung Tangkap Ular Sanca di Kantor Perkim
Noval Andriansyah March 31, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Aktivitas siang di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung awalnya berjalan seperti biasa. 

Pegawai lalu lalang di area parkir, sebagian kembali ke ruang kerja setelah makan siang.

Namun suasana itu mendadak berubah tegang ketika seseorang berteriak menunjuk ke arah tanah di dekat pepohonan.

Dari celah-celah lahan parkir, seekor ular sanca kembang muncul perlahan. Tubuhnya panjang, diperkirakan sekitar dua meter dengan bobot hampir lima kilogram.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Warga Histeris Ketakutan Ada Ular Piton Besar di Bawah Tumpukan Kayu Belakang Rumah

Kemunculan reptil tersebut langsung memicu kepanikan. Beberapa pegawai memilih menjauh sambil terus memperhatikan pergerakan ular, sementara yang lain berteriak memberi peringatan agar orang-orang di sekitar tidak mendekat.

Ular itu terlihat bergerak pelan menuju sebuah pohon beringin yang berdiri di pinggir area parkir.

Diduga, hewan tersebut keluar setelah hujan lebat yang sebelumnya mengguyur kawasan itu, mencari tempat yang lebih kering untuk berlindung.

Di tengah suasana yang sempat membuat heboh itu, seorang pria maju mendekat. Ia adalah Aditoro, pengawal pribadi (Walpri) Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

Tanpa menunggu lama, Aditoro bersama seorang petugas cleaning service mengambil dua batang bambu yang ada di sekitar lokasi.

Keduanya kemudian mencoba mengarahkan ular agar tidak naik ke pohon beringin yang memiliki banyak celah dan akar, yang bisa membuat proses penangkapan jauh lebih sulit.

Dengan langkah hati-hati, mereka menghalau pergerakan ular sambil tetap menjaga jarak aman.

Ketegangan sempat terasa ketika ular mencoba mencari celah untuk bersembunyi di antara akar-akar pohon.

Namun, koordinasi keduanya membuat ular itu akhirnya berhasil dikendalikan sebelum sempat masuk ke bagian pohon yang lebih sulit dijangkau.

Proses penangkapan dilakukan secara manual. Dengan bantuan bambu, ular berhasil dilumpuhkan tanpa harus mendekat terlalu berisiko.

"Barusan ini ketemunya, habis hujan. Ketemu di bawah pohon beringin," ujar Aditoro saat dikonfirmasi di lokasi.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, ular tersebut dimasukkan ke dalam karung agar tidak kembali lepas.

Pegawai yang sebelumnya panik perlahan mulai kembali ke aktivitas masing-masing, meski masih tampak saling bercerita tentang kejadian yang tak biasa itu.

Selanjutnya, ular tersebut dibawa ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung untuk penanganan lebih lanjut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus penanganan satwa sesuai prosedur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemunculan satwa liar di kawasan perkotaan bukan hal yang mustahil, terutama setelah hujan lebat.

Lingkungan yang lembap dan keberadaan pepohonan besar dapat menjadi tempat singgah sementara bagi hewan seperti ular.

Di sisi lain, aksi cepat Aditoro bersama petugas cleaning service mendapat apresiasi dari rekan-rekan pegawai.

Keberanian mereka dinilai mampu mencegah potensi bahaya yang lebih besar, terutama jika ular berhasil bersembunyi di area yang sulit dijangkau atau mendekati kerumunan orang.

Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik ketika menghadapi situasi serupa, serta segera melapor kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan aman dan profesional.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.