Pengamat Tuding Prabowo Keterlaluan Usai Ucap Belasungkawa TNI Gugur Lewat IG
Kiki Novilia March 31, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Pengamat hubungan internasional dari Universitas Parahyangan (Unpar), Yulius Purwadi Hermawan, mengkritik aksi Presiden Prabowo yang mengucapkan belasungkawa lewat Instagram.

"Sangat keterlaluan dan tidak empati. Cara mengekspresikan kutukan keras dan atau empati via media sosial seperti X ataupun Instagram Story menunjukkan Indonesia tidak melihat gugurnya (prajurit) TNI sebagai sesuatu yang serius," katanya dikutip dari Tribunnews, Selasa (31/3/2026).

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengucapkan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan lewat unggahan Instagram Story di akun pribadinya, Selasa (31/3/2026).

Dalam unggahannya tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu ikut berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik saat menjalankan misi perdamaian. 

"Innaa Lillaahi Wa Inna 'Ilaihi Raaji'uun. Turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Romadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah. Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia," demikian isi dari unggahan Prabowo, 

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Ucap Belasungkawa Lewat Story Instagram

Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Ikhwan serta Praka Fahrizal Romadhon. Mereka tutup usia akibat serangan Israel di Markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Namun, aksi tersebut menurut Yulius tidaklah tepat. Ia menuding Prabowo seolah tidak memiliki empati karena hanya membuat unggahan lewat Instagram Story.

Yulius juga menganggap menyampaikan duka hanya melalui unggahan di media sosial oleh Prabowo dan beberapa institusi lainnya sebagai wujud pemerintah tidak melihat gugurnya prajurit TNI di Lebanon sebagai kasus yang serius. 

Prabowo, kata Yulius, seharusnya turut menyampaikan sebagai kepala negara terkait sikap Indonesia buntut dari tragedi ini.

Dia mencontohkan bahwa Prabowo bisa menyampaikan sikap seperti akan menyurati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait serangan Israel yang mengakibatkan prajurit TNI gugur.

Selain itu, Prabowo juga bisa meminta anggota PBB untuk mengutuk keras serangan Israel tersebut.

"Harusnya (Prabowo) kirim catatan tertulis tetapi karena kita tidak punya hubungan diplomatik (dengan Israel), maka kita buat surat ke PBB."

"Atau mendorong aksi kolektif di Majelis Umum PBB untuk mengutuk serangan Israel ke Lebanon yang menyebabkan pembawa manda mulia dari PBB," tegas Yulius.

Di sisi lain, Yulius juga mengkritik bentuk unggahan Prabowo yang hanya berupa tulisan tanpa adanya video resmi.

Menurutnya, Prabowo bisa menyampaikan duka cita dan sikapnya dengan menggunakan bahasa Inggris agar dikutip media internasional.

"Presiden harus menyatakan secara lisan dalam bahasa Inggris supaya dikutip di media internasional. Ini bukan untuk sekedar konsumsi publik domestika dan menyenangkan rakyat Indonesia tetapi untuk mengutuk pelaku insiden tersebut," ujarnya.

"Dalam video tersebut, lalu menyampaikan nota diplomatik yang bisa ditujukan ke lembaga internasional seperti Sekjen PBB dan UNIFIL karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," sambung Yulius.

Pemerintah Desak Investigasi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mewakili pemerintah mengucapkan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Pemerintah, kata Prasetyo, meminta agar tragedi tersebut diinvestigasi secara menyeluruh.

“Pemerintah menyayangkan kejadian ini dan telah meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi,” katanya pada Selasa.

Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam serangan Israel yang menyasar zona pasukan perdamaian.

Indonesia, kata Sugiono, menuntut agar eskalasi militer dihentikan dan pihak-pihak terkait kembali ke meja perundingan.

“Kami mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” katanya di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Prabowo di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). 

Ia juga mengatakan telah memerintahkan perwakilan RI di New York untuk mendesak PBB melakukan penyelidikan menyeluruh terkait serangan tersebut.

Selain itu, lanjut Sugiono, pemerintah juga tengah fokus pada proses pemulangan jenazah.

Kepala Perwakilan Indonesia di PBB dijadwalkan bertemu dengan Under-Secretary-General urusan perdamaian di New York pada Senin pagi waktu setempat.

“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya,” pungkasnya.

Sementara, pada pernyataan terbarunya, Sugiono mengatakan telah berbicara dengan Sekjen PBB, Antonio Guterres dan mendesak agar Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar rapat darurat buntut dari serangan Israel tersebut.

"Dalam konteks ini, kami mendesak diadakannya rapat darurat Dewan Keamanan PBB, serta penyidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan," tulisnya di akun X pribadinya, Selasa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.