AGH Prof Faried Wadjedy Akan Isi Manasik Haji Al Jasiyah Travel di Makassar
Hasriyani Latif March 31, 2026 11:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Mangkoso, AGH Prof Faried Wadjedy bakal memberikan pembekalan (manasik haji) kepada calon jamaah haji khusus Al Jasiyah Travel di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Sabtu (11/4/2026).

Manasik haji rencananya diikuti 50 jemaah. 

Ustadz H Muchsin Ramlan juga akan menyampaikan teknis pelaksanaan haji.

Manasik menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum keberangkatan jamaah yang dijadwalkan pada 10 Mei.

Rombongan akan bertolak dari Makassar menuju Jakarta menggunakan Garuda Indonesia  pukul 07.00 Wita. 

Setibanya di Jakarta, jamaah akan beristirahat di Hotel Anara Bandara Cengkareng.

Selanjutnya jamaah akan manasik gabungan dengan 72 jamaah konsorsoum ASPHIRASI. 

CEO Al Jasiyah Travel, Nurhayat akan mendampingi sebagai Amirull Hajj. 

Malam harinya jemaah terbang ke Jeddah Arab Saudi dengan pesawat Etihad Airways, transit tiga jam di Abu Dhabi.

Setibanya di Jeddah, jamaah menuju Mekkah untuk umrah. 

Baca juga: Jemaah Calon Haji Sulsel 5 Kali Manasik, Ikbal Ismail: Selesai Sebelum Ramadan

Jemaah akan menginap di Hotel Jumeirah Jabal Omar selama sembilan malam sebelum ke apartemen transit untuk persiapan puncak haji di Arafah.

Nurhayat mengatakan persiapan keberangkatan haji 2026 terus dimatangkan. 

“Kita akan melakukan manasik online dan offline dikarenakan beberapa jamaah berdomisili atau bertugas di luar Kota Makassar,” kata Hayat, Selasa (31/3/2026).

Semua fasilitas hotel sudah siap, begitu pun penerbangan. 

“Jamaah yang berangkat ini adalah yang daftar porsi haji tahun 2022 itu artinya hanya menunggu empat tahun saja,” jelas Hayat.

Siapa AGH Prof Faried Wadjedy?

AGH Prof Faried Wadjedy Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Lahir di Lapasu, Kabupaten Barru, 22 Juni 1943, AGH Faried Wadjedy ditempa sejak muda dalam tradisi kepesantrenan. 

Sejak 1955 ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren DDI Mangkoso.

Pendidikan dasarnya ia selesaikan di SRN Mangkoso (1955), kemudian melanjutkan pendidikan agama di Pesantren DDI Mangkoso (1955–1966). 

Ia meraih gelar Sarjana Muda di Fakultas Syariah Universitas Islam Addariyah DDI Mangkoso (1970).

Perjalanan intelektualnya berlanjut ke Mesir. 
S1 (Lc) di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar (1980) dan S2 (MA) di Fakultas Darul Ulum Cairo University (1984). 

Pada 2008, ia dianugerahi gelar Profesor Doctor Honoris Causa dari Kolej University Insaniah Kedah, Malaysia.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.