BOLASPORT.COM - Ducati yang dominan sejak 2023 mengalami penurunan performa pada awal 2026 setelah dominasi Aprilia yang sudah mengukir 3 gelar beruntun pada pembuka MotoGP musim ini.
Aprilia menjadi pemenang besar pada MotoGP Amerika 2026 dengan Marco Bezzecchi naik ke podium teratas meskipun mengalami kecelakaan pada sprint race.
Tempat kedua diraih oleh rekan setimnya, Jorge Martin, yang meraih kemenangan pada sprint race.
Sementara itu, Pedro Acosta (Red Bull KTM) finis ketiga pada sprint race dan balapan uta,a GP Amerika, namun, penalti pada sprint race membuatnya kehilangan podium karena terkena limit tekanan ban.
Podium ketiga sprint race akhirnya didapat Enea Bastianini (KTM Tech3).
Di sisi lain, Marc Marquez meskipun berada di salah satu trek favoritnya, Circuit of The Americas (COTA) mengalami nasib kurang mujur.
Marquez mengalami kecelakaan pada sprint race yang menyeret Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) bersamanya.
Pembalap pabrikan Ducati itu dihukum dengan long lap, yang menjatuhkannya ke lima terbawah pada sesi kualifikasi.
Di luar kesulitan yang tampaknya dihadapi pabrik Italia tersebut, sang pembalap masih belum sepenuhnya pulih dari cedera bahunya
"Marc Marquez selalu menang pada GP Amerika, kecuali tahun lalu ketika ia mengalami kecelakaan di Austin," kata pengamat MotoGP, Carlo Pernat.
"Sebuah trek di mana Ducati, di kandang sendiri, selalu mendominasi. Namun kali ini Aprilia datang pada balapan ketiga musim ini, dan meraih posisi pertama dan kedua."
"Mereka juga bisa finis di posisi ketiga karena tanpa masalah teknis Ai Ogura, podium akan sepenuhnya milik Aprilia. Setelah juga memenangkan Sprint Race bersama Martín. Ini adalah pertanda kuat, ini adalah perubahan nyata pada Kejuaraan Dunia."
Pernat sangat memuji performa para pembalap Aprilia.
“Bezzecchi tampil luar biasa. Marco yang percaya diri, menyadari bahwa motornya dibangun bersama tim. Dan ketika ada ketenangan dan kegembiraan dalam sebuah tim, hasilnya akan mengikuti," tutur Pernat.
"Anda bisa merasakan atmosfernya, Anda bisa melihat bahwa semuanya berjalan dengan baik dan kemudian ada Martin yang telah terlahir kembali. Tidak ada yang menyangka comeback yang begitu cepat dan kompetitif. Ini berarti Aprilia benar-benar kuat,” ujarnya.
Ducati saat ini mengalami masalah pengembangan dan masalah dengan para pembalapnya.
"Masalah terbesar adalah pembalap bintang, Marc Marquez yang terkuat dari semuanya, tetapi hari ini dengan masalah fisik yang jelas," ucap Pernatt.
"Anda bisa melihatnya, dia menyentuh bahunya di grid. Itu bukan Marquez yang kita kenal. Gabungkan motor yang sulit dengan Marquez yang tidak dalam kondisi 100 persen dan hasilnya tak terhindarkan."
"Saya mengharapkan lebih banyak dari Di Giannantonio, tetapi jelas masalahnya ada pada motornya sendiri,karena dia adalah salah satu pembalap dalam performa terbaik."
"Bagnaia, di sisi lain kembali ke performa lamanya seperti tahun lalu, jauh dari posisi-posisi penting."
"Saat ini, Ducati seharusnya bertaruh pada Márquez, berharap dia fit, dan pada Di Giannantonio. Tetapi yang terpenting, mereka harus memperbaiki motor ini."
KTM juga menjadi tim yang menonjol pada balapan utama meskipun bagi Pernat, pabrikan merek Austria ini memiliki nama tersendiri.
"KTM berkembang berkat penampilan Acosta yang selalu luar biasa. Tetapi, pada balapan utama kita harus mengatakan bahwa Bastianini hebat, melakukan comeback yang luar biasa, mampu bertarung dengan Marquez hingga akhir," tutur Pernat.
"Dan di sini KTM perlu mengajukan beberapa pertanyaan serius kepada diri mereka sendiri. Alasannya, peningkatan performa diberikan kepada Vinaales dan bukan kepada Bastianini."
"Sekarang setelah Vinales pergi, orang bertanya-tanya: apakah solusi-solusi itu benar-benar berhasil? "
"Begitu ada perubahan, Anda melihat Bastianini yang berbeda. Jika saya adalah dia, saya akan marah, dan jika saya adalah KTM, saya harus melakukan introspeksi diri yang serius."