UMKM Kalsel: Kisah KWT Kamboja Putih Olah Singkong Jadi Rengginang, Produk Dikirim Hingga Jakarta 
Hari Widodo April 01, 2026 05:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Popularitas rengginang singkong produksi UMKM KWT Kamboja Putih Mantewe di media sosial seperti Instagram dan TikTok tidak perlu diragukan lagi.

Pesanan mengalir dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Jakarta, Surabaya, Bali, hingga Batam dan Tanjung Pinang.

Namun, di balik suksesnya pemasaran mandiri tersebut, para pelaku UMKM di wilayah Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu Kalimantan Selatan ini masih menghadapi ganjalan besar di sektor logistik dan ekosistem marketplace.

Hingga saat ini, penjualan melalui platform belanja daring atau marketplace masih belum bisa berjalan maksimal atau belum "pecah telur".

Baca juga: UMKM Kalsel: Rengginang Singkong KWT Kamboja Putih Mantewe Renyah, Butuh 48 Jam Sebelum Digoreng

Hal ini disebabkan oleh kendala teknis terkait belum tersedianya sarana pengiriman yang terintegrasi dari aplikasi di wilayah Mantewe. 

Padahal, minat beli dari luar daerah sangat tinggi, namun sistem logistik pada aplikasi belanja belum sepenuhnya mendukung titik penjemputan di daerah tersebut.

"Namun untuk marketplace belum pecah telor karena belum tersedia sarana pengiriman dari aplikasinya di daerah Mantewe," ungkap Rina, Ketua UMKM KWT Kamboja Putih Mantewe saat menceritakan hambatan distribusinya.

Meski menghadapi kendala logistik digital, semangat inovasi kelompok wanita tani ini tidak luntur.

Mereka tetap melayani pemesanan manual melalui pesan WhatsApp dan media sosial untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.

Kapasitas produksi mereka pun tetap stabil di angka 200 hingga 250 bungkus rengginang matang per bulan, atau sekitar 25 kilogram rengginang mentah, demi memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh.

Melalui inovasi rengginang singkong ini, Rina menaruh harapan besar agar produk olahan khas daerah bisa semakin modern, higienis, dan menarik tanpa meninggalkan cita rasa lokal.

Baca juga: UMKM Kalsel: Ubah Singkong Jadi Rengginang, KWT Kamboja Putih Mantewe Berdayakan Lansia dan IRT  

Ia berharap dukungan teknologi pengemasan serta penguatan infrastruktur pengiriman digital ke depannya dapat membantu produk kebanggaan Mantewe ini bersaing lebih kuat di pasar nasional yang lebih luas. 

Baginya, kekayaan hasil pertanian daerah harus terus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang membanggakan jati diri Tanah Bumbu.(Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.