TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mari kita belajar! Simak nih, berikut ini kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 201 202 203 204 205, tentang Uji Kompetensi Bab 6.
Kali ini kita akan membahas soal pada Bab 6 yang berjudul Mobilitas pada Manusia pada kegiatan siswa Uji Kompetensi Bab 6 tentang penderita nyeri neuropatik.
Kunci jawaban di bawah ini diharapkan bisa membantu siswa sebagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan soal pada halaman 201 202 203 204 205 di buku siswa Biologi Kelas 11.
Berikut kunci jawaban dan pembahasan soal Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 201 202 203 204 205 sesuai dengan buku siswa Biologi Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 199 200, Aktivitas 6.13
(Update Kunci Jawaban)
Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 201 202 203 204 205
Uji Kompetensi Bab 6
1. Perhatikan tabel hasil penelitian berikut ini!
Gambaran Demografi dan Klinik Penderita Nyeri Neuropatik yang Berkunjung di Bagian Poliklinik Saraf dan Poliklinik Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu
Berdasarkan data tabel hasil penelitian di atas. Hal yang paling benar tentang pernyataan di bawah ini adalah….
A. Gejala neuropatik di usia 45 tahun ke bawah sekitar 23.3 persen
B. Lebih dari 67 % gejala neuropatik diderita usia di atas 45 tahun
C. Sekitar 2.3 % gejala neuropatik diderita usia di atas 65 tahun
D. Jumlah penderita gejala neuropatik dewasa awal dan lansia akhir sekitar 11.6 %
E. Masa lansia awal penderita neuropatik yang berusia di bawah 46 tahun adalah sekitar 65.1 %
Jawaban: B
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 153 154 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 3.17: Mekanisme Evolusi
2. Perhatikan teks kesimpulan hasil penelitian di bawah ini!
Penyakit Parkinson Akibat Merkuri pada Pekerja Penambangan Emas Skala Kecil
Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan neurodegenerative umum yang ditentukan oleh gejala motorik klinis parkinsonisme, dan temuan patologis dari hilangnya neuron dopaminergik dan keberadaan α synuclein yang mengandung Lewy bodies dan neurit Lewy.
Telah diketahui dengan baik dalam penelitian postmortem pada manusia bahwa pasien PD mengalami kehilangan neuronal pada substansia nigra par compacta, lokus ceruleus dan populasi neuronal lainnya.
Merkuri adalah neurotoksik yang diketahui dapat menyebabkan kematian saraf yang dapat meningkatkan risiko Parkinson melalui toksisitasnya yang mengakibatkan gangguan fungsi motorik dan kerusakan substansia nigra dan inti ganglia basal.
Paparan dapat terjadi melalui pola makan, pekerjaan, dan jalur lingkungan.
Penambangan emas skala kecil artisanal (PESK) adalah sumber antropogenik emisi merkuri terbesar di dunia.
Penambang emas sangat terpapar logam merkuri dan menderita keracunan merkuri di tempat kerja. Komplikasi keracunan merkuri yang paling sering dilaporkan di antara pekerja yang terlibat dalam PESK adalah efek neurologis termasuk tremor, ataksia, masalah memori, dan gangguan penglihatan.
Pilihlah pernyataan benar atau salah dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom!
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 151 152 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 3.16: Renitis Pigmentosa
Jawaban:
A. Merkuri adalah senyawa kimia yang tidak menyebabkan neurodegeneratif yang diketahui dapat menyebabkan kematian saraf yang dapat meningkatkan risiko Parkinson. = Salah
B. Pasien Parkinson mengalami kehilangan neuronal pada substansia nigra par compacta dan lokus ceruleus. = Benar
C. Penambang emas jarang menderita efek neurologis ataksia. = Salah
3. Perhatikan data infografis di bawah ini!
Dari data infografis di atas, manakah pernyataan yang benar?
A. Terdapat sekitar 26 % tulang terdapat dalam tangan manusia dewasa
B. Terdapat 20 % tulang terdapat dalam tangan manusia pada masa bayi
C. Kondisi tulang manusia dewasa mengalami penyusutan di atas 31?ri sejak lahir
D. Di bawah 5 % tulang terpanjang terdapat dalam tubuh manusia dewasa
E. Sekitar 31 % tulang mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari bayi sampai dewasa
Jawaban: A
4. Pasien dari kasus trauma yang dirawat di Staf Medis Fungsional (SMF) Ilmu Bedah Rumah Sakit Umum DR. Soetomo Surabaya tahun 2001-2005 tercatat penderita fraktur maksilofasial akibat kecelakaan lalu lintas sekitar 64,38 % .
Angka kejadian fraktur pada mandibula dan maksila menempati urutan terbanyak yaitu sebesar 29,85 % , fraktur zigoma 27,64?n fraktur nasal 12,66 % .
Salah satu penanganan dalam kasus-kasus trauma di atas yaitu pemberian senyawa Hidroksiapatit yang memiliki kemampuan osteokonduksi, dan osteoinduksi sehingga dapat menstimulasi osteogenesis.
Di bawah ini disajikan kelompok kebutuhan Hidroksiapatit untuk penanganan berbagai fraktur:
A. Kebutuhan Hidroksiapatit untuk penanganan fraktur mandibula dan maksila
B. Kebutuhan Hidroksiapatit untuk penanganan fraktur zigoma
C. Kebutuhan Hidroksiapatit untuk penanganan fraktur nasal
PERAN HIDROKSIAPATIT SEBAGAI BONE GRAFT DALAM PROSES PENYEMBUHAN TULANG:
Hengky Bowo Ardhiyanto Bagian Bedah Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.
Apabila kebutuhan Hidroksiapatit untuk menangani fraktur nasal dua kali lebih besar dibanding kebutuhan untuk menangani fraktur zigoma, maka perbandingan kebutuhan Hidroksiapatit untuk menangani pasien fraktur mandibula, maksila, zigoma dan nasal adalah....
A. B > A
B. C > B
C. C > A
D. B > C
E. A > B
Jawaban: D
5. Perhatikan gambar berikut dengan saksama!
Nama dan fungsi bagian X adalah ....
A. Neuron konektor/interneuron, merespon rangsang yang diterima
B. Neuron konektor/interneuron, merespon rangsang dari lingkungan
C. Neuron konektor/interneuron, menghantarkan impuls ke otak
D. Neuron konektor/interneuron, menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik
E. Neuron konektor/interneuron, menghubungkan neuron asosiasi dengan neuron motorik
Jawaban: D
Demikian kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 201 202 203 204 205, kegiatan siswa Uji Kompetensi Bab 6 sesuai dengan Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.
Disclaimer
Kunci jawaban diatas bersifat alternatif jawaban sehingga para siswa bisa memberikan eksplorasi jawaban lain.
Kunci jawaban soal diatas bisa saja berbeda sesuai dengan pemahaman tenaga pengajar atau murid. (*)