Bertahan dari Banjir 1,8 Meter, Rumah Reyot Ma Gede Dibedah Pemkab Brebes
Daniel Ari Purnomo April 01, 2026 07:26 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Nasib pilu yang menimpa seorang janda lanjut usia di wilayah Kecamatan Ketanggungan akhirnya mendapat titik terang.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) bergerak cepat merespons kondisi memprihatinkan sang nenek yang sebelumnya sempat viral di media sosial Instagram.

Lansia tangguh tersebut bernama Ibu Kasni (79), atau yang lebih akrab disapa warga sekitar dengan panggilan Ma Gede. Ia diketahui tinggal sebatang kara di Dusun Campur, Desa Cikeusal Lor.

Baca juga: Jembatan Buara Terputus Akibat Banjir, Bupati Brebes Instruksikan Pemasangan Jembatan Darurat

Ketenangan masa tuanya terkoyak saat banjir bandang luapan Sungai Babakan menerjang permukiman. Rumah sederhana yang menjadi satu-satunya tempat ia bernaung mengalami kerusakan parah hingga dindingnya jebol dihantam derasnya arus air.

Merespons tragedi kemanusiaan ini, Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, langsung menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lapangan. Tim Dinperwaskim bersama perwakilan Baznas Kabupaten Brebes, Sekretaris Desa, dan Ketua RT setempat langsung melakukan peninjauan sekaligus memberikan bantuan sembako darurat untuk menyambung hidup Ma Gede.

Tidak hanya memberikan bantuan pangan, pemerintah daerah juga telah menyepakati komitmen jangka panjang untuk memulihkan kehidupan lansia tersebut. Dinperwaskim dan Baznas akan bersinergi membedah rumah Ma Gede agar kembali menjadi hunian yang aman dan layak.

Sisi kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Selama ini, Ma Gede terpaksa mengandalkan aliran sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Ke depan, kami akan membangun rumah yang layak huni sekaligus menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai (jamban dan septic tank), sehingga Ibu Kasni bisa hidup lebih sehat dan nyaman,” jelas La Ode Vindar dengan nada penuh empati.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pendampingan pascabencana ini tidak hanya berhenti di kediaman Ma Gede. Pihaknya menyadari kedahsyatan banjir Sungai Babakan juga memporak-porandakan wilayah lain.

“Saat ini petugas lapangan kami bersama Baznas dan perangkat desa masih melakukan asesmen dan verifikasi di sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Desa Cikeusal Lor, Desa Cikeusal Kidul, Desa Buara, Desa Karangmalang, dan Desa Ketanggungan. Hasilnya akan segera kami tindaklanjuti," pungkasnya. (Pet)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.