Warga Diminta Waspada Usai Ada Suara Gemuruh dari Gunung Karangetan Siau Sitaro Sulut: Muncul Asap
Indry Panigoro April 01, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sitaro – Aktivitas Gunung Karangetang masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P. Tatipang, Rabu (1/4/2026) saat di wawancara Tribunmanado.co.id mengatakan, berdasarkan pengamatan, kondisi visual gunung terpantau jelas dari Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat.

Dari lokasi tersebut, terlihat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 150 meter dari puncak.

Sementara di Kawah Dua, asap yang keluar tampak putih tipis.

“Aktivitas gunung juga disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang. Saat suara tersebut terdengar, muncul hembusan asap putih hingga keabuan dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 100 meter,” jelasnya.

Selain itu, guguran lava pijar sesekali masih terjadi.

Hal ini ditandai dengan asap putih yang memanjang di tubuh gunung, dengan arah luncuran ke selatan hingga barat daya sejauh kurang lebih 300 hingga 400 meter. Sementara ujung aliran lava yang sebelumnya mencapai sekitar 1.200 meter kini sudah tidak menunjukkan aktivitas.

“Peningkatan aktivitas sempat terjadi pada 30 Maret 2026, saat guguran lava di wilayah Lapa.

Namun, hingga saat ini kejadian tersebut tidak lagi teramati,” tambahnya.

Secara umum, visual pagi hari ini menunjukkan adanya luncuran lava dari puncak kiri yang menabrak dinding di antara Kawah Dua dan kawah utama, ditandai dengan asap memanjang di area tubuh gunung.

Meski demikian, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II (Waspada) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Masyarakat, khususnya warga Kampung Pehe dan sekitarnya, diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Warga yang beraktivitas di kebun sekitar jalur aliran lava diminta lebih berhati-hati karena potensi guguran lava maupun awan panas dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Selain itu, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta hingga 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya,” tutupnya.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Karangetang.

Tentang Gunung Karangetan

Gunung Karangetang atau Api Siau adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Siau, di lepas pantai utara Sulawesi Utara, Indonesia.

Letak tepatnya di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Gunung Karangetang adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah.

Pada letusan gunung Karangetang tahun 1997 menewaskan 3 orang. Pada bulan Agustus 2007 terjadi letusan yang memaksa dilakukannya evakuasi dari sekitar gunung berapi.[2] Dengan ketinggian 1827 MDPL, gunung ini ialah yang tertinggi di lepas pantai Sulawesi Utara.

Gunung Karangetang pada 4 Agustus 2010 sekitar pukul 00.15 WITA meletus.

Masyarakat melakukan evakuasi untuk menghindari letusan susulan. Akibat letusan sedikitnya 4 orang dinyatakan hilang. Akses transportasi ke lokasi bencana lumpuh setelah jembatan ambruk oleh endapan lahar panas. Rombongan Bupati yang meninjau lokasi bencana terdekat dengan lereng gunung mengalami kesulitan karena beberapa jembatan rusak parah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.