Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Belum Tembus 1.000 Orang
Dian Anditya Mutiara April 01, 2026 11:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat jumlah pendatang baru usai Lebaran 2026 belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Bahkan, angkanya diprediksi kembali mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) sejak 25 hingga 30 Maret 2026, jumlah pendatang baru masih di bawah 1.000 jiwa.

“Kalau melihat perkembangan hasil pelayanan adminduk dari tanggal 25 Maret sampai 30 Maret 2026, belum mencapai 1.000 jiwa pendatang baru pasca Lebaran. Sepertinya akan terjadi lagi tren penurunan jumlah pendatang baru seperti tiga tahun terakhir,” ujarnya kepada Wartakotalive.com, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, Denny menegaskan bahwa pihaknya masih akan memantau perkembangan hingga akhir April 2026 untuk memastikan tren tersebut.

Baca juga: Pemprov DKI Catat 967 Pendatang Baru, Didominasi Warga Jawa Barat

Untuk mengantisipasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Disdukcapil DKI Jakarta akan menggelar program jemput bola pelayanan adminduk. Kegiatan ini berlangsung mulai 1 April hingga 29 April 2026.

Layanan tersebut akan dilakukan oleh jajaran Dukcapil di tingkat kota/kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan dengan menyasar sejumlah wilayah rukun warga (RW).

Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta pengurus RT/RW setempat.

Pramono Anung Ungkap Pendatang Baru Banyak Belum Paham Kondisi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan adanya temuan terkait kondisi sejumlah pendatang yang belum memahami situasi ibu kota saat tiba.

"Jadi, kami sekarang ini memang sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta," ujar Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Usai Lebaran, 225 Pendatang Baru Tercatat di Jakarta Selatan

Pemprov DKI Jakarta pun bergerak cepat dengan menyiapkan langkah taktis berupa pendataan menyeluruh terhadap para warga baru yang mulai memadati wilayah Jakarta.

Meski belum mengenal kondisi lapangan, para pendatang tersebut dinilai memiliki motivasi tinggi untuk mencari peluang hidup yang lebih baik di ibu kota.

"Rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta," lanjut Pramono.

Menanggapi tingginya arus migrasi tersebut, Pramono memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengambil langkah represif terhadap para pendatang.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kesiapan keterampilan bagi setiap individu yang ingin bekerja di Jakarta, mengingat ketatnya persaingan di pasar kerja.

"Sekali lagi, Pemerintah DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi. Tetapi kami meminta siapa pun yang datang ke Jakarta, mau kerja di Jakarta, tentunya dengan kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta," tegas Pramono.(m27)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.