BEI Kalteng Sebut Buntut Kondisi Panasnya Konflik Iran dan Amerika Sebabkan IHSG Turun
Sri Mariati April 01, 2026 12:19 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah Stephanus Cahyo Adiraja, menyebut faktor utama pelemahan tersebut dipicu kondisi geopolitik global. 

Menurut Cahyo, konflik antara Iran dan Amerika Serikat menjadi satu di antara pemicu turunnya IHSG. 

Ketegangan tersebut, kata dia, berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia dan berpotensi memicu krisis bahan bakar di sejumlah negara. 

“Konflik Iran-AS, membuat harga minyak mentah naik dan mengancam krisis BBM di beberapa negara," ujarnya, Rabu (1/4/2026). 

Cahyo mengungkapkan, kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan perlambatan ekonomi yang mengancam resesi global. 

Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah juga berpotensi memberi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Selain itu, Cahyo juga menyoroti, konflik berkepanjangan yang bisa membuat investor global cenderung menarik dananya dari aset berisiko. 

“Hal ini berdampak pada emerging market seperti Indonesia, karena investor global menarik investasinya,” tambahnya. 

Adapun dari sisi kinerja indeks, Stephanus mengungkapkan, IHSG telah mengalami penurunan dari posisi tertingginya tahun ini. 

“Dari titik tertinggi di tahun ini sebesar 9.174,47, IHSG sudah turun sekitar 24,3 persen hingga 30 Maret kemarin,” jelasnya. 

Meski demikian, ia menilai dampak terhadap aktivitas investasi di Kalteng belum dapat diukur secara menyeluruh. Data transaksi triwulanan 2026 masih dalam proses rekapitulasi. 

Namun, nilai transaksi harian di pasar saham masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. 

Baca juga: Kepala BEI Kalteng Bagikan Tips Aman Berinvestasi, Ini Pesan Penting untuk Masyarakat

Baca juga: Update Perang Iran Vs Amerika: Trump Akan Kirim Ribuan Pasukan Militer AS Pada Operasi Timur Tengah

“Dari sisi trading value harian, IHSG masih berada di atas rata-rata Rp18 triliun per hari,” ucap Cahyo. 

Terkait kondisi tersebut, Cahyo mengingatkan para investor, khususnya pemula, untuk lebih cermat dalam membaca situasi global sebelum mengambil keputusan investasi. 

“Investor pemula harus memperhatikan kondisi global yang bisa berdampak pada pasar modal. Pelajari analisis fundamental dan teknikal agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam membeli atau menjual saham,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.