TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar telah menerima surat dari pemerintah pusat terkait Work From Home (WFH) setiap seminggu sekali, tepatnya setiap hari Jumat.
Pemkab Gianyar pun memastikan akan menerapkan kebijakan tersebut.
Namun karena Jumat 3 April ini libur tanggal merah, maka penerapannya akan dimulai pada Jumat 10 April 2026.
Hal tersebut dikatakan Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama saat dikonfirmasi, Rabu 1 April 2026.
Baca juga: BBM Dipastikan Tak Naik, Pertalite Rp10.000 dan Pertamax Tetap, Ini Penjelasannya
"Ya, surat dari pemerintah pusat baru hari ini kita terima, kita WFH setiap hari Jumat. Namun karena Jumat ini libur, maka kita terapkan Jumat pekan depan," ujar Gus Bem sapaannya.
Gus Bem menegaskan bahwa kebijakan ini dikeluarkan untuk menghemat BBM.
Karena itu, ia menginstruksikan para pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar agar saat WFH, mereka tidak keluar rumah menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak.
"Ini kan tujuannya untuk menghemat penggunaan BBM nasional, jadi kalau saat WFH mereka (pegawai) malah keluar rumah atau jalan-jalan menggunakan kendaraan bermotor, justru itu melenceng dari tujuan. Karena itu kami minta agar saat WFH, pegawai tetap di rumah, kalaupun keluar, kami minta gunakan kendaraan listrik, sepeda atau jalan kaki kalau tujuannya dekat," ujarnya.
Ditanya apakah pihaknya akan menerapkan kebijakan pergi ke kantor menggunakan kendaraan non berbahan bakar minyak, Gus Bem mengatakan hal tersebut hanya sebatas imbauan, bukan kebijakan resmi.
"Untuk pergi ke kantor pakai sepeda, atau kendaraan listrik, itu kami imbau saja. Tapi kami harap itu diterapkan, supaya kebijakan hemat BBM benar-benar optimal," ujarnya.
Meski pihaknya sangat mendukung kebijakan penghematan BBM pemerintah pusat.
Namun sejauh ini, Pemkab Gianyar belum melakukan langkah-langkah untuk mengganti kendaraan operasional bermesin konvensional ke kendaraan listrik.
"Secara aturan, pemerintah pusat sudah memberikan aturan agar pemerintah daerah menggunakan kendaraan listrik. Tapi itu belum kami lakukan, saat ini masih menggunakan kendaraan lama. Tapi kalau nanti memang ada program pengadaan kendaraan, kemungkinan kita akan beralih ke listrik, tapi ini tergantung anggaran juga," jelas Gus Bem.
Berdasarkan dihimpun Tribun Bali, per Rabu ini harga BBM di Gianyar masih bertahan, yakni Solar/Bio Solar Rp6.800 per liter, Pertalite Rp10 ribu per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Dari sisi ketersediaan, total stok BBM di 30 SPBU se-Kabupaten Gianyar juga mencukupi.
Pertalite tercatat paling banyak dengan 193.976 liter, disusul Pertamax 215.829 liter.
Sementara itu, stok Solar/Bio Solar mencapai 87.132 liter, Pertamax Turbo 81.211 liter, Pertamina Dex 54.387 liter, dan Dexlite 2.480 liter. (*)