TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Tepat pukul 11.45 WITA, Rabu (1/4/2026) pasangan suami istri (pasutri) yang alami luka bakar, pasca terjadi kebakaran di Pantai Amal langsung dievakuasi ke RSUD dr H Jusuf SK Tarakan, Kalimantan Utara.
Pantuan TribunKaltara.com dua korban dibawa menggunakan ambulans milik Call Center 112 Pemkot Tarakan. Tiba di ruang UGD RSUD dr H Jusuf SK, terlihat kepanikan dari tetangga korban yang ikut mendampingi. Yang awalnya UGD RSUD dr Jusuf SK sepi, langsung penuh sesak.
Para tetangga yang ikut ke RSUD H Jusuf SK membantu korban. Pertama yang dikeluarkan dari ambulans yaitu Mualim. Lalu menyusul istri Mualim yang belum diketahui namanya.
Ketika istri Mualim hendak dikeluarkan dari ambulans, korban berteriak kesakitan. Dari kondisi tubuh keduanya nampak alami luka bakar berat. Karena kondisi badan semua hampir melepuh, dan lapisan kulit terluar telah mengelupas.
Baca juga: Breaking News Satu Rumah Hangus Terbakar di Pantai Amal Tarakan, Pasutri dan Anak Alami Luka Bakar
Melihat kondisi pasutri ini, petugas security di UGD perlahan memberikan arahan agar pihak pengantar dari korban tak menumpuk di pintu masuk.
Dalam kondisi terbaring dua korban langsung ditangani dokter jaga dan perawat RSUD Jusuf SK yang bertugas di UGD.
Keduanya kini menjalani penanganan setelah sempat mendapat pertolongan pertama di wilayah Pantai Amal.
Sebelumnya, anak perempuan pasutri yang bernama Saskia sudah lebih dulu tiba diantarkan tetangga ke UGD.
Saskia tampak terbaring di ranjang pasien. Namun sesekali merintih kesakitan. Di bagian kakinya melepuh dan kulit bagian kakinya menggelembung, kentara luka bakar hebat dialaminya.
Baca juga: Rumah Panggung di Kecamatan Sebatik Timur Nunukan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Oleh pihak perawat telah memberikan penanganan cepat dan tampak salep telah diolesi di bagian kakinya yang diduga bekas sambaran api.
Awak media tak bisa menanyakan kronologis kejadian mengingat kondisi korban tampak masih syok. Meski demikian, Saskia masih bisa diajak komunikasi. Ia hanya menyampaikan ada tetangga yang ikut menjaga karena tak banyak keluarganya di Tarakan.
Pihak driver ambulans dari Call Center 112 Pemkot Tarakan, Norman ikut menyampaikan, sekitar pukul 10.00 WITA lewat, pihak Calla Center menerima informasi untuk menjemput korban luka bakar. Mulanya tak diketahui jika ada dua korban.
"Kami hanya bisa jelaskan dari tupoksi kami. Ada informasi masuk kami langsung ke lokasi. Kalau tim medis tadi kami dibantu dari tim medis di apotik di Binalatung," ujarnya.
Dua korban, sembari dibawa keduanya dalam perjalanan pihaknya menghubungi satu ambulance lagi. "Jadi kami jemput di apotik di Pantai Amal. Tim medisnya di sana langsung diangkut. Kami dari sana ke rumah sakit belasan menit. Karena tadi kondisi dua pasien tidak ditutup belakang mobil karena tidak muat," bebernya.
Semua dilakukan karena emergency dan butuh kecepatan sampai ke rumah sakit. Kurang lebih 20 menit estimasi waktu perjalanan ke UGD Rumah Sakit.
"Akses jalan sebagian aspal dan ada berlubang. Jadi kenapa tidak ditutup karena tidak muat. Jadi kami trlpon teman lagi satunya bantu back up tapi karena sudah tanggung dipindahkan jadi langsung keduanya langsung ke rumah sakit," paparnya.
Pihaknya sendiri siaga 24 jam saat ada panggilan darurat. Driver ada 10 orang siaga dan ambulance pasien tiga dan ambulance jenazah 4. "Jenazah sendiri untuk layanan pasien sendiri. Termasuk evakuasi lainnya. Semua gratis," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah